Lampung Menuju Pusat Energi Hijau, Gubernur Mirza Gandeng Raksasa Malaysia Citaglobal Berhad

Prima Imansyah Permana - Kamis, 14 Mei 2026 - 11:07 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad. - Foto. Adpim Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memetakan langkah besar menuju pengembangan energi hijau dan industri berkelanjutan. 

Hal ini ditandai dengan kerja sama strategis bersama perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

Langkah nyata transformasi ekonomi ini diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Rabu 13 Mei 2026.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Mohamad Norza Zakaria.

Advertisements

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa arah pembangunan Lampung ke depan akan sangat bertumpu pada sektor energi baru terbarukan (EBT).

Menurutnya, Lampung memiliki modal geografis dan sumber daya alam yang luar biasa untuk menjadi pusat energi hijau di Indonesia.

"Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan," tegas Gubernur Mirza tersebut.

Beberapa poin prioritas dalam kerja sama ini meliputi.

Advertisements

Floating Solar Panel: Pengembangan panel surya terapung di tiga bendungan besar di Lampung dengan potensi kapasitas 150 hingga 200 megawatt per bendungan.

Optimalisasi Biomassa: Memanfaatkan limbah pertanian dari lahan seluas 1,3 juta hektar, mulai dari limbah padi, jagung, singkong, hingga bagas tebu menjadi sumber energi alternatif atau biochar.

Waste to Energy (WtE): Pengolahan sampah menjadi energi untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat di wilayah perkotaan.

Selain energi, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan kawasan industri baru.

Advertisements

Gebernur Mirza menilai posisi Lampung sebagai gerbang Sumatera sangat strategis, terutama dengan dukungan pelabuhan laut dalam.

"Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah," tambahnya.

Sejalan dengan visi tersebut, dilakukan pula penandatanganan MoU antara BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU) dengan Citaglobal Environment Management Sdn Bhd untuk penjajakan pengembangan Kawasan Eko-Industri (Eco-Industrial Park).

Sementara itu, Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Mohamad Norza Zakaria, menyambut baik kolaborasi ini. Ia memaparkan bahwa perusahaannya membawa teknologi canggih, termasuk teknologi pengolahan sampah asal Jerman.

Advertisements

"Kami berharap ini menjadi permulaan yang baik dan insyaallah dapat melaksanakan berbagai proyek di sini," ujar Norza

Citaglobal Berhad sendiri memiliki rekam jejak kuat, di antaranya pengembangan proyek solar 200 MW di Malaysia serta penyediaan energi hijau untuk jalur kereta api cepat East Coast Rail Link (ECRL).

Dengan kerja sama ini, Lampung diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam tren ekonomi hijau global, tetapi menjadi pemain utama yang mampu menarik investasi mancanegara sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (pip/gie

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements