RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana mengajukan pinjaman daerah senilai Rp 1 triliun untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah. Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini terhambat akibat akses jalan yang tidak layak.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, banyak ruas jalan yang kini sudah masuk kategori darurat. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi, terutama sektor pertanian dan usaha kecil di daerah. “Kalau distribusi hasil pertanian terhambat karena jalan rusak, petani yang paling rugi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Lampung kini tengah menyiapkan langkah strategis agar program perbaikan jalan berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran. Infrastruktur jalan yang memadai diharapkan bisa memperlancar distribusi barang, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan nilai jual hasil komoditas petani di Lampung.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemprov Lampung. “Kita tidak bisa lagi menunda perbaikan jalan. Kondisinya sudah mendesak dan harus segera dibenahi,” kata Mirza.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah skema pembiayaan melalui pinjaman daerah yang kini masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Menurut Mirza, Kementerian Keuangan menawarkan fasilitas pinjaman dengan bunga rendah, jauh lebih ringan dibandingkan bunga bank komersial. “Kesempatan ini jangan disia-siakan karena bisa mempercepat pembangunan dan memperkuat ekonomi daerah,” tambahnya.
Rencana pinjaman daerah Pemprov Lampung senilai Rp 1 triliun ini telah mendapat dukungan DPRD Lampung. Kesepakatan tersebut tertuang dalam rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2026 yang digelar di Gedung DPRD Lampung pada Agustus lalu. Dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan provinsi di seluruh wilayah Lampung.
Dengan langkah ini, Pemprov berharap konektivitas antardaerah makin lancar, harga komoditas pertanian tetap stabil, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat.
Artikel ini sebelumnya telah tayang di Radar Lampung Disway dengan judul: Darurat Jalan Jelek! Pemprov Lampung Berencana Ajukan Pinjaman Daerah Rp 1 Triliun.