BANDAR LAMPUNG – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang (long weekend) pertengahan Mei 2026, Perum DAMRI melakukan penguatan layanan secara masif.
Langkah strategis ini diprioritaskan untuk mengoptimalkan konektivitas di wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya.
Tidak tanggung-tanggung, DAMRI meluncurkan rute baru, meremajakan belasan armada kelas eksekutif, menyiagakan puluhan ribu kursi tambahan, hingga memperketat digitalisasi sistem pembayaran demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan penumpang.
Berdasarkan data operasional, pergerakan penumpang pada momentum libur panjang ini tercatat sangat tinggi.
Rute-rute yang menghubungkan Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Pontianak menjadi jalur yang paling mendominasi pergerakan pemudik dan wisatawan.
Bagi masyarakat Lampung yang berencana melakukan perjalanan antarkota maupun antarprovinsi, berikut adalah rincian update resmi mengenai operasional, rute, tarif, serta kebijakan terbaru Perum DAMRI per Mei 2026:
1. Rute Baru Metro – Tangerang dan Peremajaan Armada Lintas Lampung
Untuk mendongkrak konektivitas antar-provinsi dan memanjakan warga Sang Bumi Ruwa Jurai, DAMRI mengerahkan sebanyak 26 armada bus baru berkelas Eksekutif dan Royal Class.
Armada anyar ini dikonsentrasikan untuk melayani rute Lampung menuju Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Yogyakarta (PP).
Rute Baru Metro – Tangerang (via Tol)
DAMRI resmi membuka jalur langsung dari Kota Metro menuju area penyangga Jakarta (Tangerang) via Bandar Lampung dengan tarif kompetitif di kisaran Rp200.000-an.
Lampung – Jakarta (Gambir/Bekasi)
Jalur legendaris ini diperkuat oleh armada mewah Royal Class yang hanya berkapasitas 23 kursi dengan format konfigurasi tempat duduk 2-1, serta kelas Eksekutif.
Jadwal keberangkatan tersedia dalam tiga opsi, yakni pagi (08.00 WIB), siang (12.00 WIB), dan malam hari (20.00–21.00 WIB). Adapun tarifnya dipatok berkisar antara Rp228.800 hingga Rp340.000.
Jalur Lintas Selatan ke Yogyakarta
Untuk rute Lampung – Yogyakarta kini dioptimalkan penuh melalui jalur selatan pulau Jawa, dengan melewati Tegal, Purwokerto, Cilacap, dan Purworejo.
Selain fokus pada klaster Lampung, DAMRI di tingkat nasional juga membuka rute jarak jauh baru seperti Bogor - Tanjung Enim (Sumatera Selatan) serta Bandung – Ciledug dengan pemberlakuan tarif flat Rp80.000.
2. Koneksi Mudah ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Bagi warga Lampung yang akan melanjutkan perjalanan udara melalui Bandara Soetta maupun sebaliknya, DAMRI turut mengoptimalkan angkutan pemandu moda bandara utama dengan rincian:
Tanjung Barat – Bandara Soetta
Merupakan rute baru yang beroperasi setiap hari dengan headway (jeda keberangkatan) tiap 2 jam.
Jadwal dari Tanjung Barat dimulai pukul 05.00–19.00 WIB, sedangkan dari Bandara Soetta siaga pukul 06.00–22.00 WIB.
Bandung – Bandara Soetta
Keberangkatan tersedia sangat pagi mulai pukul 02.00 dini hari hingga 18.00 WIB (berangkat setiap 2 jam) dengan tarif mulai dari Rp150.000.
Titik Keberangkatan Lain
Layanan ke bandara juga dipusatkan di Botani Square dan Cibinong City Mall (Bogor), Pool Ciputat, hingga Stasiun KCIC Halim. Secara umum, tarif normal angkutan bandara berkisar antara Rp60.000 hingga Rp95.000.
3. Siagakan 51 Ribu Kursi dan Promo Tarif Rp1 KSPN Banten
Menyambut periode long weekend yang berlangsung pada 13 Mei sampai 18 Mei 2026, Perum DAMRI total menyiagakan 51.735 kursi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Strategi ini diambil guna menjamin ketersediaan tiket bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang yang masif.
Menariknya, bagi masyarakat Lampung yang sedang berada di luar daerah atau hendak berwisata ke kawasan Banten, DAMRI menggelar Promo KSPN Banten Tarif Rp1.
Promo super murah ini berlaku khusus selama akhir pekan (Sabtu-Minggu) hingga 31 Mei 2026 dengan metode pembayaran menggunakan QRIS atau QRIS Tap.
Jalur wisata yang diakomodasi promo DAMRI ini meliputi rute Serang – Ciboleger (Baduy), Stasiun Rangkasbitung – Pantai Sawarna, dan Tangerang – Pantai Carita.
4. Kebijakan Wajib Non-Tunai (Full Cashless) dan Aturan Bagasi Terbaru
Untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan kecepatan layanan di lapangan, seluruh pembelian tiket DAMRI kini menerapkan sistem full cashless (non-tunai). Penumpang tidak bisa lagi membeli tiket menggunakan uang tunai di loket.
Calon penumpang sangat disarankan melakukan pemesanan tiket secara real-time melalui aplikasi ponsel DAMRI Apps, atau melalui mitra penjualan resmi seperti Indomaret, Traveloka, redBus, dan Access by KAI.
Sistem pembayaran digital DAMRI saat ini telah mendukung Virtual Account (Mandiri, BCA, BNI, dll), GoPay, LinkAja, hingga fitur Beli Dulu Bayar Nanti via SPayLater.
Keuntungan tambahannya, tersedia diskon atau cashback hingga Rp250.000 untuk pengguna kartu kredit bank tertentu yang berlaku hingga 20 Mei 2026.
Terkait kebijakan barang bawaan, DAMRI menetapkan batas maksimal berat bagasi gratis adalah 20 kg per penumpang.
Jika terjadi kelebihan berat (overweight), penumpang akan dikenakan biaya tambahan flat yang cukup terjangkau, yakni sebesar Rp10.000 per kg.
Mengingat jadwal operasional dan pergerakan bus DAMRI dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dinamika kondisi lalu lintas di jalan raya, calon penumpang diimbau untuk selalu melakukan pengecekan berkala dan memastikan jam keberangkatan secara resmi melalui aplikasi DAMRI Apps.