RADARLAMPUNG.CO.ID- Kilau logam mulia di Bandar Lampung sedang diuji.
Memasuki pertengahan pekan ini, Rabu (10/6/2026), harga emas dan perak di pasar domestik terpantau mengalami dinamika yang cukup membuat para investor di Kota Tapis Berseri harus pasang mata.
Di tengah penantian pasar terhadap data inflasi (CPI) Amerika Serikat malam nanti, emas batangan cetakan Antam yang dipasarkan melalui Pegadaian di Bandar Lampung mengalami koreksi harga.
Data resmi menunjukkan harga emas Antam dipatok di level Rp2.843.000 per gram, turun Rp10.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Fenomena menarik pun terjadi di lapangan. Bagi warga Bandar Lampung yang ingin berburu emas, terdapat selisih harga yang cukup mencolok.
Jika di Pegadaian harga Antam berada di angka Rp2.843.000, di butik resmi Logam Mulia harga terpantau lebih terjangkau, yakni Rp2.733.000 per gram.
Bagi mereka yang ingin melakukan buyback atau menjual kembali simpanannya, Pegadaian saat ini menetapkan harga di angka Rp2.556.000 per gram.
Sementara itu, untuk cetakan UBS dan Galeri 24, pergerakan harga hari ini cenderung tenang alias stagnan.
Tidak hanya emas, perak pun ikut merasakan tekanan.
Harga perak dunia hari ini bergerak di kisaran USD 64,73 hingga USD 68,10 per troy ounce.
Untuk pasar lokal, perak Antam batangan dijual Rp45.650 per gram (sebelum pajak PPN 11%), sedangkan produk Antam Heritage ukuran 31,1 gram dibanderol Rp1.967.509.
Analis pasar memprediksi pergerakan harga emas dan perak pada Kamis, 11 Juni 2026, masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan konsolidasi.
Semua mata kini tertuju pada rilis data inflasi AS malam ini.
Ada dua skenario yang mungkin terjadi esok hari. Jika data inflasi AS melandai di bawah perkiraan 3,8 persen, dolar AS kemungkinan akan melemah.
Ini menjadi angin segar bagi logam mulia; emas Antam berpeluang rebound ke area resistance di Rp2.768.000 hingga Rp2.830.000 per gram, sementara perak dunia bisa terangkat menuju USD 68,90 - USD 70,00 per troy ounce.
Sebaliknya, jika inflasi AS tetap tinggi, kekhawatiran akan kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed bisa memicu tekanan lanjutan.
Perak berisiko menguji support di kisaran USD 60,00 - USD 64,00, sementara harga perak Antam domestik berpotensi terkoreksi ke level Rp45.300 - Rp45.500 per gram.
Secara makro, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama mengapa kilau emas sedikit meredup hari ini.
Namun, untuk jangka panjang, sentimen bagi logam mulia tetap positif, terutama ditopang oleh ketegangan geopolitik global dan kebutuhan industri hijau terhadap perak.
Bagi warga Bandar Lampung yang tengah menimbang-nimbang untuk menambah koleksi logam mulia, ada baiknya tidak terburu-buru.
Memantau rilis data inflasi malam ini bisa menjadi kunci untuk menentukan apakah besok adalah waktu yang tepat untuk melakukan aksi beli atau justru menunggu momen pembalikan arah.
Keputusan akhir tetap di tangan Anda, pastikan strategi investasi emas atau perak tetap terukur di tengah pasar yang sedang mencari arah ini.