RADARLAMPUNG.CO.ID - Produsen perangkat rumah tangga asal China, Dreame, resmi mengerek ambisi besarnya ke ranah otomotif berperforma tinggi.
Melalui serangkaian teaser resmi untuk proyek yang mereka sebut “Starry Sky Plan”, Dreame memastikan mobil pertamanya akan diungkap di CES 2026 pada Januari.
Informasi ini diberitakan media teknologi China, IT Home yang menyebut teaser dirilis pada akhir Desember 2025 dan debutnya dijadwalkan di CES Januari mendatang.
Dari materi teaser yang sudah dilepas, Dreame tampak tidak main aman.
Mobilnya mengarah jelas ke bentuk supercar listrik murni: bodi panjang-rendah, lekuk fender depan-belakang yang “mengotot” untuk stance lebar, serta paket aero besar yang biasanya ditemui pada mobil performa.
IT Home merinci bahasa desainnya cukup tegas, mulai dari empat garis horizontal DRL di bagian depan, bukaan intake besar, hingga elemen aero samping yang menonjol.
Gambaran serupa juga diulas Autohome.
Dari sisi samping, Autohome menyorot adanya hidden A-pillar yang memberi kesan kaca depan menyambung ke atap, dipadukan side aero endplate berukuran besar.
Bagian kaki-kaki memperlihatkan velg enam palang bergaya “kelopak” dan detail hub, sementara rem berperforma tinggi diperkirakan mengarah ke karbon-keramik.
Di buritan, Dreame menonjolkan paket aerodinamika yang agresif.
Rear wing besar fixed dengan endplate yang memanjang ke bawah di kedua sisi, lampu belakang full-width dengan struktur internal dot-matrix 3D, serta diffuser besar berlapis.
Secara desain, beberapa media, salah satunya Car News China menilai siluetnya mengingatkan pada hypercar Eropa, bahkan beberapa menyebut kemiripannya dengan Bugatti.
Yang paling membuat penasaran, Dreame belum mengumumkan spesifikasi teknis resmi seperti konfigurasi motor, kapasitas baterai, jarak tempuh, atau detail produksi.
Autohome menyebut kendaraan ini diperkirakan punya output lebih dari 1.000 tenaga kuda, memakai teknologi pendinginan “forced cooling” berbasis refrigeran yang diklaim bisa menurunkan temperatur sistem penggerak hingga sekitar 15°C.
Kemudian, terdapat akselerasi 0–100 km/jam diperkirakan di bawah 1,8 detik.
Meski begitu, proyek ini bukan sekadar “pamer konsep”. Dreame sebelumnya menyampaikan target komersialisasi: kendaraan produksi pertama direncanakan masuk pasar pada 2027.
Rencana 2027 itu juga konsisten dengan laporan Cn EV Post yang menyebut Dreame akan membawa prototipe kendaraan pertamanya ke CES berikutnya di Amerika Serikat, dan render desainnya dibagikan oleh pendiri sekaligus CEO Dreame, Yu Hao, melalui status WeChat.
CnEVPost juga melaporkan bahwa Dreame telah membentuk tim otomotif yang besar untuk mendukung ambisi mereka di sektor kendaraan.
Dreame dikabarkan juga menyiapkan pendekatan dua jalur.
Satu untuk kendaraan ultra-performa dan satu lagi untuk kendaraan listrik mewah berukuran besar dengan beberapa model ditargetkan muncul sekitar 2027.
Dengan kata lain Dreame telah merilis teaser resmi “Starry Sky Plan” dan memastikan debut publiknya di CES 2026 bulan Januari, sementara target pasar yang berulang muncul di beberapa rujukan adalah 2027.
Adapun angka performa sensasional seperti >1.000 hp dan 0–100 km/jam <1,8 detik masih berada pada level “ekspektasi laporan media” karena Dreame belum merilis spesifikasi resmi.
Jika Dreame benar-benar menepati janji membawa prototipe yang matang ke CES 2026, panggung Las Vegas Januari nanti berpotensi jadi momen pembuktian.
Apakah perusahaan yang dikenal lewat robot vacuum ini sekadar menciptakan hype, atau benar-benar siap masuk arena supercar listrik dengan target performa empat digit tenaga kuda.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1