RADARLAMPUNG.CO.ID - BYD menilai pesatnya inovasi yang mereka hadirkan di industri otomotif China justru memancing kompetitor untuk mempelajari lalu mencoba meniru jalur teknologi yang sudah mereka bangun lebih dulu.
Fenomena itu diakui membuat perusahaan sempat melakukan evaluasi internal, apakah inovasi yang terus menerus masih layak dilakukan jika ujungnya hanya menjadi 'bahan contekan' rival.
“Pola ini menyebabkan diskusi internal di BYD mengenai apakah inovasi berkelanjutan masih bermanfaat jika hasilnya ditiru,” kata Li Yunfei, General Manager Brand & Public Relation BYD Group.
Meski sempat muncul keresahan, BYD memastikan tidak akan menghentikan langkah riset dan pengembangan.
Menurut Li, perusahaan akhirnya mengambil kesimpulan bahwa inovasi justru harus tetap dipacu agar BYD selalu berada di depan.
“Perusahaan menyimpulkan inovasi harus terus berlanjut, karena tanpa terobosan orisinal pada akhirnya tidak akan ada yang bisa ditiru oleh orang lain,” lanjut dia.
Li juga menggambarkan pola yang ia lihat di industri: satu perusahaan biasanya memimpin lebih dulu dengan indikator dan arah teknologi tertentu, lalu pemain lain akan menyusul setelahnya.
Ia menyebut jarak kejar-mengejar itu lazim terjadi dalam rentang satu hingga tiga tahun.
Artinya, apa yang menjadi standar baru hari ini bisa saja menjadi fitur umum di banyak merek dalam beberapa tahun ke depan, karena kompetisi mendorong semua pihak menyamai pencapaian yang sedang tren.
Sebagai contoh, Li menyinggung kemunculan teknologi pengisian daya cepat berdaya sangat tinggi yang pernah diperkenalkan BYD pada paruh pertama 2025.
Ia menjelaskan bahwa ketika sebuah perusahaan merilis teknologi besar, industri akan bergerak mengikuti.
Pabrikan lain berlomba mengejar indikator teknis yang sama, sampai akhirnya kepemimpinan bergeser dari satu pemain ke pemain lain seiring waktu.
Dalam pandangan BYD, proses saling mengejar tersebut adalah dinamika normal, sekaligus bukti bahwa siapa pun yang berhenti berinovasi akan tertinggal.
Di luar pengisian daya, BYD juga menyebut sejumlah bidang yang mereka bangun sejak awal melalui riset jangka panjang, bukan sekadar keputusan yang lahir dari tren pasar sesaat.
Mulai dari pengembangan baterai lithium iron phosphate (LFP), teknologi hybrid DM, hingga motor listrik permanent magnet synchronous.
Menurut Li, arah riset tersebut sengaja disusun sebagai investasi teknologi jangka panjang, sehingga BYD bisa punya pijakan yang kuat saat pasar bergerak ke elektrifikasi.
Li juga menekankan peran besar pendiri BYD, Wang Chuanfu, yang disebut terlibat langsung dalam proses riset maupun pengembangan.
Ia mengatakan Wang bukan hanya duduk sebagai pimpinan korporasi, tetapi aktif mengikuti rapat teknis dari pagi hingga malam dan membahas detail ilmiah.
Bahkan, Wang kerap mengulas prinsip dasar yang berkaitan dengan sistem baterai maupun kebutuhan jaringan listrik untuk mendukung pengisian daya cepat.
Konsistensi riset BYD juga terlihat dari aktivitas paten yang terus berjalan.
Hingga akhir 2025, perusahaan disebut mendaftarkan sejumlah inovasi, termasuk teknologi motor listrik yang diklaim mampu menyesuaikan fluks magnet agar lebih efisien di berbagai kondisi pemakaian.
Li menilai, dengan ritme riset seperti itu, BYD memang akan terus menarik perhatian industri—termasuk peluang untuk ditiru.
“BYD memperkirakan peluncuran teknologi utama di masa mendatang akan terus menarik perhatian dan ditiru,” tutur Li.
Meski begitu, ia menilai hal tersebut bukan sesuatu yang perlu disikapi dengan emosi.
Menurutnya, imitasi adalah konsekuensi dari persaingan, dan BYD melihat proses itu sebagai bagian dari perkembangan industri secara keseluruhan.
Pada akhirnya, sikap BYD tegas, meskipun merasa tidak nyaman ketika hasil kerja keras mereka diikuti kompetitor, perusahaan memilih menjawabnya dengan cara yang sama sekali tidak defensif.
Hal tersebut terus memperkuat riset BEV dan hybrid, sekaligus menyiapkan inovasi baru yang membuat mereka tetap memimpin arah perubahan.
Di mata BYD, ketika inovasi mereka ditiru, itu berarti standar industri sedang naik—dan satu-satunya cara untuk tetap unggul adalah menciptakan terobosan berikutnya lebih cepat dari yang lain.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1