Gunung Rajabasa dijuluki sebagai jalur 'kecil-kecil cabai rawit'. Namun tetap aman untuk Pendaki Pemula.
Laporan Anggi Rhaisa - Jurnalis Radar Lampung
Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya terkenal dengan deretan pantainya yang eksotis.
Bagi para pencinta petualangan, berdiri kokoh sebuah gunung berapi aktif tipe B yang menyimpan tantangan memikat yakni Gunung Rajabasa.
Meski ketinggiannya tergolong ramah untuk pendaki pemula yakni 1.282 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Rajabasa ini dijuluki sebagai jalur 'kecil-kecil cabai rawit'.
Julukan ini disematkan karena karakteristik treknya yang menanjak konstan dengan vegetasi hutan hujan tropis yang sangat rapat.
Jurnalis Radar Lampung ini yang merupakan pendaki pemula berkesempatan menjajal langsung keseruan sekaligus tantangan ekstrem mendaki Gunung Rajabasa melalui jalur resmi yang kini tengah naik daun, yaitu Jalur Teropong Kota di Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Penengahan, Kalianda, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba menaklukkan kemegahan siluet Selat Sunda ini, berikut laporan mendalam sekaligus panduan lengkap pendakian Gunung Rajabasa via Teropong Kota.
1.Manajemen Waktu: Datang Lebih Pagi, Taklukkan Perjalanan 6 Jam
Kunci utama kenyamanan mendaki Gunung Rajabasa adalah manajemen waktu yang tepat.
Sangat disarankan untuk tiba di lokasi sejak pagi hari demi menghindari terik matahari menyengat dan risiko kabut tebal yang turun terlalu cepat.
Berikut estimasi kronologi perjalanan nyata tim Radar Lampung di lapangan:
Pukul 06.00 wib: Berangkat dari Kota Bandar Lampung.
Pukul 08.30 WIB: Tiba di Basecamp Teropong Kota, Desa Sumur Kumbang.
Akses menuju lokasi ini sudah sangat bersahabat dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.
Pukul 09.00 WIB: Memulai pergerakan. Untuk menghemat tenaga dan memangkas waktu berjalan kaki di jalan beton yang menanjak curam, pendaki bisa memanfaatkan jasa ojek lokal dengan tarif Rp30.000 menuju pos evakuasi (pintu rimba).
Pukul 09.30 WIB: Mulai melangkah jalan kaki dari batas pintu rimba menuju jalur pendakian yang sesungguhnya.
Pukul 13.30 WIB (Puncak 1.282 MDPL): Tim berhasil mencapai puncak tertinggi setelah menempuh waktu sekitar 4 jam perjalanan menanjak dari pintu rimba.
Pukul 17.30 - 18.00 WIB: Perjalanan turun kembali ke kaki gunung memakan waktu sekitar 4 jam, hingga tim tiba kembali di Basecamp Teropong Kota menjelang magrib.
Sebagai Catatan Jurnalis Radar Lampung ini, secara keseluruhan, durasi berjalan kaki dari kaki gunung (pintu rimba) menuju puncak hingga kembali lagi ke bawah membutuhkan waktu total sekitar 6 jam (tergantung ritme langkah fisik pendaki).
2. Karakteristik Trek: Ujian Fisik dari Kebun Warga hingga Punggungan Ekstrem
Meskipun tergolong aman untuk pemula, fisik yang prima tetap menjadi modal utama.
Medan Gunung Rajabasa siap memberikan kejutan di setiap kilometernya:
Pintu Rimba ke Pos 1: Jalur awal dimulai dengan pemandangan asri perkebunan warga yang ditanami kopi, durian, hingga cengkeh. Di titik ini, vegetasi perlahan berubah menjadi hutan hujan tropis yang mulai rapat.
Ujian Terberat (Pos 1 menuju Pos 2): Ini adalah fase yang paling menguras tenaga ekstra. Trek didominasi oleh tanjakan konstan tanpa bonus jalur datar, dengan waktu tempuh berkisar antara 1 hingga 2 jam.
Pos 3, Pos 4, hingga Punggungan serta Pos 5: Jalur semakin menyempit, lembap, dan dikelilingi pepohonan berlumut.
Pendaki pemula harus ekstra waspada saat melewati area punggungan ekstrem yang memiliki jurang curam di kedua sisinya. Jalur ini hanya bisa dilewati satu orang secara bergantian.
Kawasan Puncak Gunung Rajabasa: Ditandai dengan aura hutan yang kental dan celah batu-batu besar seukuran tubuh manusia sebelum akhirnya disambut oleh kawah berawa berukuran 500×700 meter di area puncak.
3. Lelah Terbayar Lunas oleh Lanskap Selat Sunda
Rasa lelah, napas yang memburu, dan beberapa momen terpeleset akibat jalur tanah yang licin seketika sirna begitu tim mencapai area punggungan terbuka dan puncak gunung.
Dari ketinggian Rajabasa, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan spektakuler berskala panorama.
Hamparan biru laut Selat Sunda, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga siluet kapal-kapal ferry yang sedang melintas dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak atau sebaliknya.
Tips Esensial untuk Pendaki Pemula
Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak tim Radar Lampung, berikut adalah beberapa tips penting yang wajib diperhatikan demi keselamatan.
- Perlengkapan Wajib Dibawa
Sepatu Gunung : Sangat Penting! memakai Sepatu Gunung untuk melindungi kaki dari cedera, mencegah tergelincir di jalur ekstrem, dan memberikan stabilitas saat membawa beban berat.
Usahakan memakai nomor sepatu gunung satu tingkat diatas (lebih besar) satu nomor sepatu yang biasa dipakai.
Hal ini bertujuan mencegah jari kaki terbentur dan lecet mengantisipasi pembekakan akibat berjalan lama.
Serta, memberikan ruang untuk kaos kaki tebal.
Alas kaki khusus ini juga meminimalkan risiko keseleo dan menjaga kaki tetap aman dari duri atau benturan batu.
Trekking Pole (Tongkat Mendaki): Sangat krusial! Alat ini terbukti efektif membantu menjaga keseimbangan di jalur licin dan mengurangi beban tekanan pada lutut saat melewati trek terjal.
Jas Hujan Berkualitas dan Headlamp: Cuaca di hutan tropis Rajabasa sangat dinamis dan mudah berubah menjadi basah, lembap, atau berkabut secara tiba-tiba.
Pakaian Gelap dan Baju Ganti: Gunakan pakaian berwarna gelap saat mendaki karena medan tanah Rajabasa dipastikan akan mengotori baju Anda.
Tips Tambahan: Tinggalkan baju ganti bersih Anda di Basecamp Teropong Kota agar tidak menambah beban tas (carrier) dan terhindar dari risiko basah akibat hujan di atas gunung.
- Manajemen Logistik dan Air
Jalur via Teropong Kota sangat minim sumber air bersih di sepanjang jalurnya (sumber air hanya ditemukan di sekitar Pos 1).
Pendaki wajib membawa pasokan air minum yang cukup dari bawah untuk kebutuhan mendaki, berkemah, hingga turun kembali.
Di area pos evakuasi bawah, tersedia fasilitas toilet dan warung logistik yang menjual makanan instan.
Di sekitar basecamp juga terdapat kafe sederhana dengan fasilitas Wi-Fi dan sistem pembayaran digital QRIS.
Namun, pastikan tetap membawa uang tunai cadangan untuk keperluan ojek atau registrasi.
- Jaga Etika dan Kelestarian Alam
Karakteristik pendakian yang asri ini harus tetap dijaga bersama.
Seluruh pendaki wajib menerapkan manajemen sampah yang ketat dengan mengikat kantong sampah di tas masing-masing dan membawa turun kembali seluruh sampah yang dihasilkan demi menjaga kelestarian alam Lampung Selatan.
Jaga ritme langkah kaki Anda, berhenti sejenak apabila merasa letih mendaki puncak maupun turun ke kaki gunung Rajabasa.
Melaporkanlah di pos registrasi sebelum mendaki, dan selamat menaklukkan eksotisme Gunung Rajabasa.