RADARLAMPUNG.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan pembatalan pada sejumlah perjalanan kereta api sebagai upaya menjaga keselamatan secara operasional.
Berdasarkan informasi yang diberikan, tercatat tujuh perjalanan kereta api tidak diberangkatkan pada Rabu, 21 Januari 2026.
Alasan ini dikarenakan adanya banjir susulan dan cuaca ekstream yang sebelumnya melanda beberapa wilayah Pulau Jawa.
Langkah ini dilakukan untuk pemulihan perjalanan kereta api. Pihak KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan petugas merupakan prioritas utama.
Pertimbangan ini dilakukan sebelum seluruh perjalanan kembali normal. Pemeriksaan akan terus dilakukan pada sarana dan prasarana untuk memastikan lintasan sudah benar-benar aman dilalui.
Pemulihan ini dilakukan secara bertahap, meski keterlambatan perjalanan sudah berkurang, KAI tetap menerapkan kebijakan kehati-hatian demi meniminalka risiko yang terjadi ditengah kondisi cuaca yang belum stabil sepenuhnya.
Periode 19 sampai 20 Januari 2026 pagi, mayoritas perjalanan berhasil berangkat sesuai jadwal.
Hal ini menandakan bahwa perbaikan kinerja operasional dilihat dari ketepatan waktu kereta dan membuktikan bahwa sistem transportasi rel mulai pulih setelah terdampak bencana.
Tidak hanya itu, upaya KAI dalam mengarahkan bagian prasarana dan oeprasional tetap bekerja tanpa henti selama 24 jam dalam tiga shift. Upaya ini dilakukan untuk memastikan semua pekerjaan berjalan dengan normal dan aman.
Salah satu lokasi yang memerlukan perhatian khusus berada di jalur Pekalongan–Sragi akibat luapan sungai dan kerusakan tanggul, sehingga memerlukan pengaturan perjalanan serta pemeriksaan teknis serius.
KAI memastikan bahwa perjalanan kereta api lainnya tetap berjalan sesuai skema operasional yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Perusahaan juga menjamin hak penumpang yang terdampak pembatalan melalui pengembalian dana tiket secara penuh dan layanan pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
*(Peserta Magang Kemnaker Batch 1