RADARLAMPUNG.CO.ID - Perkembangan teknologi pesan singkat kembali mengalami lompatan besar.
Setelah bertahun-tahun hanya identik dengan teks, kini standar GSMA menghadirkan inovasi yang memungkinkan percakapan ala SMS berubah menjadi panggilan video lintas platform.
Lewat pembaruan terbaru RCS Universal Profile 4.0, fitur baru bernama Messaging-Initiated Video Calls resmi diperkenalkan.
Teknologi ini membuka jalan bagi pengguna untuk beralih dari obrolan teks langsung ke sesi video call tanpa perlu keluar dari aplikasi pesan bawaan.
Dengan kata lain, pengalaman berkirim pesan yang selama ini terpisah antara SMS, aplikasi chat, dan layanan video call, mulai disatukan dalam satu ekosistem komunikasi.
Berbeda dengan SMS konvensional, Rich Communication Services atau RCS memang dirancang sebagai evolusi pesan singkat.
Teknologi ini memanfaatkan koneksi internet untuk menghadirkan fitur yang selama ini hanya tersedia di aplikasi seperti WhatsApp atau iMessage.
Masuknya fitur video call menjadi tonggak penting. Pengguna nantinya cukup mengetuk opsi dari dalam percakapan untuk memulai panggilan video, baik dalam chat pribadi maupun grup.
Bahkan, pengguna lain tetap bisa bergabung meski panggilan sudah berlangsung lebih dulu.
Tidak hanya itu, riwayat panggilan video juga akan tersimpan langsung dalam utas percakapan, sehingga alur komunikasi tetap rapi dan terintegrasi.
Inovasi ini dinilai sebagai langkah besar menuju sistem komunikasi universal.
Jika diadopsi secara luas, pengguna Android dan iPhone berpotensi menikmati pengalaman video call langsung dari aplikasi pesan default tanpa perlu berbagi tautan atau mengunduh aplikasi tambahan.
Namun, implementasinya masih bergantung pada dukungan pemain besar industri teknologi seperti Apple dan Google.
Tanpa keterlibatan keduanya, fitur lintas platform ini sulit berjalan optimal di berbagai perangkat dan jaringan.
Selain video call, pembaruan RCS versi terbaru juga membawa peningkatan lain yang memperkaya pengalaman pengguna.
Kini, pesan dapat diformat dengan teks tebal, miring, hingga coret. Pengguna juga bisa mengirim file foto, video, dan audio dengan kualitas jauh lebih tinggi dibandingkan SMS atau MMS tradisional.
Selama ini, keterbatasan SMS menjadi alasan utama pengguna beralih ke aplikasi pesan instan.
Dengan hadirnya RCS, batasan tersebut perlahan dihapus, sekaligus membuka peluang bagi SMS untuk “berevolusi” menjadi platform komunikasi modern.
Meski begitu, perjalanan RCS tidak selalu mulus.
Sejak diperkenalkan, teknologi ini menghadapi tantangan adopsi akibat implementasi yang tidak seragam di berbagai operator serta minimnya dukungan dari sebagian ekosistem, terutama dari pihak Apple di masa lalu.
Kini, dengan fondasi teknologi yang semakin matang dan fitur yang semakin lengkap, RCS kembali mencoba menjadi standar baru komunikasi global.
Tinggal menunggu kolaborasi lintas industri agar inovasi ini benar-benar bisa digunakan secara luas oleh masyarakat.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1