BANDAR LAMPUNG- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Provinsi Lampung resmi dimulai hari ini, Selasa, 21 April 2026.
Dua Perguruan Tinggi Negeri atau PTN di Lampung yakni Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera), melaporkan kondisi hari pertama yang kondusif dengan perhatian khusus pada inklusivitas atau disabilitas peserta.
Di kampus Itera, pelaksanaan hari pertama diikuti oleh ribuan peserta yang terbagi dalam beberapa sesi. Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., mengungkapkan bahwa terdapat satu peserta kategori disabilitas yang mengikuti ujian pada hari pertama.
"Ada satu peserta tunadaksa pada hari ini. Peserta menggunakan kursi roda saat memasuki ruang ujian dan dapat menyelesaikan UTBK-SNBT di Itera dengan baik," ujar Abdul Rajak.
Secara teknis, Itera menyiagakan 831 komputer utama di 24 ruang ujian yang tersebar di Laboratorium Teknik 1, 3, dan 5. Dari total 831 peserta yang terdaftar pada sesi kedua di hari pertama, sebanyak 817 peserta hadir, sementara 14 lainnya absen.
Sementara itu, Universitas Lampung (Unila) juga melaporkan kelancaran pelaksanaan di hari pertama yang tersebar di tujuh lokasi, seperti UPA TIK, Fakultas Kedokteran, hingga FKIP.
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Dr. Muhamad Komarudin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pada hari pertama (21 April), tidak ada peserta dari kategori disabilitas yang terjadwal.
Namun, panitia telah bersiap untuk memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus pada hari kedua.
"Untuk hari pertama berjalan lancar, tidak ada peserta kategori disabilitas. Namun, pada hari kedua, Rabu 22 April 2026, dijadwalkan ada dua peserta, yakni tunadaksa dan tunarungu di Sesi 3 pagi di ruang TIK," jelas Komarudin.
Komarudin menambahkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan panitia pusat untuk memastikan peserta disabilitas mendapatkan akses yang lebih mudah guna mendukung kenyamanan mereka selama ujian.
Kedua kampus menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
Selain penggunaan metal detector untuk mencegah kecurangan, panitia juga menyiagakan fasilitas kesehatan berupa ambulans dan tim medis.
Di Unila, sebanyak 972 perangkat PC per sesi disiapkan dengan dukungan Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mengantisipasi gangguan listrik.
Sementara di Itera, panitia bahkan menggandeng sponsor untuk menyediakan sarapan bagi peserta sesi pagi guna memastikan stamina mereka terjaga selama 195 menit masa ujian.
Tim Monev Pusat, Trifajar Yurmama Supianti, S.Kom., M.T., yang meninjau langsung di Unila memberikan apresiasinya.
"Saya mengapresiasi tertibnya peserta dan sarana prasarana yang memadai di Unila, sehingga menciptakan suasana ujian yang kondusif,"pungkasnya.
Sebagai informasi, Unila tahun ini menyediakan daya tampung sekitar 5.000 kursi untuk jalur SNBT, yang diperebutkan oleh total 15.744 peserta selama sembilan hari pelaksanaan.