Dukung Transisi Energi Bersih, Itera Serahkan Kajian Akademik RUU Ketenagalistrikan

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Rabu, 08 Jul 2026 - 17:40 WIB
Dukung Transisi Energi Bersih, Itera Serahkan Kajian Akademik RUU Ketenagalistrikan ke Komisi XII DPR RI.
Dukung Transisi Energi Bersih, Itera Serahkan Kajian Akademik RUU Ketenagalistrikan ke Komisi XII DPR RI. - Foto Itera For Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID- Institut Teknologi Sumatera (Itera) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung transisi energi bersih nasional. Kampus berbasis riset ini secara resmi menyampaikan kajian akademik terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan langsung kepada Komisi XII DPR RI.

Penyerahan kajian strategis tersebut dilakukan di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kantor PLN UID Lampung pada Rabu, 8 Juli 2026. 

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Itera Prof. Dr. Apt. Elfahmi, M.Si., Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Direktur Operasi Pembangkit Batubara PT PLN Nusantara Power M. Irwansyah Putra, serta jajaran perwakilan instansi terkait.

Advertisements

Rektor Itera, Prof. Dr. Apt. Elfahmi, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademis dalam mengawal regulasi strategis nasional. Melalui rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi teknologi, akademisi dapat memberikan arah yang tepat bagi masa depan pemenuhan energi tanah air.

"Kontribusi aktif dari kalangan akademisi sangat diperlukan agar kebijakan ketenagalistrikan yang dilahirkan mampu menjawab tantangan zaman. Utamanya dalam menyediakan pasokan energi yang tidak hanya andal, melainkan juga berkelanjutan serta rendah emisi," ujar Prof. Elfahmi.

Komitmen hijau Itera bukan sekadar narasi di atas kertas. Kampus ini telah mengimplementasikan ekosistem riset pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara nyata di lingkungan internal. Salah satu lompatan besarnya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tercatat sebagai salah satu instalasi PLTS terbesar di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

Saat ini, fasilitas PLTS mandiri tersebut telah mampu menyuplai kebutuhan listrik secara kontinu bagi tiga gedung utama di dalam kampus. 

Advertisements

Lebih dari itu, instalasi ini juga berfungsi optimal sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pembelajaran sekaligus riset aplikatif bagi seluruh sivitas akademika.

“Kami berharap pengembangan riset dan pemanfaatan energi bersih di lingkungan kampus Itera ini dapat menjadi percontohan (role model) nasional, sekaligus memberikan kontribusi konkret demi terwujudnya sistem energi nasional yang berkelanjutan, tangguh, dan rendah emisi,” tambah Prof. Elfahmi.

6 Rekomendasi Poin Krusial dari Tim Multidisiplin Itera

Dalam merumuskan kajian akademik ini, Itera menerjunkan tim multidisiplin yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., bersama para dosen lintas bidang keilmuan energi serta tim ahli hukum Itera, Saputro Prayitno, S.H., M.H.

Advertisements

Hadi Teguh Yudistira memaparkan bahwa revisi regulasi ketenagalistrikan nasional sudah sepatutnya diarahkan untuk mengakselerasi transisi energi tanpa mengorbankan ketahanan energi nasional.

Ada enam poin krusial yang diusulkan oleh Itera guna menyempurnakan RUU tersebut.

Pertama, Pengembangan energi baru terbarukan wajib didukung oleh parameter emisi yang jelas dan terstandarisasi.

Kedua, Penguatan peran negara dalam tata kelola penyediaan tenaga listrik secara terintegrasi.

Advertisements

Ketiga, pemaksimalan peran ancillary services (layanan siaga/pendukung kelistrikan) untuk menjaga stabilitas jaringan.

Keempat, melakukan penataan dan evaluasi komprehensif terhadap wilayah usaha ketenagalistrikan agar lebih efisien.

Kelima, percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Keenam, Regulasi ekspor-impor listrik antarnegara harus diatur secara ketat dengan tetap mengedepankan dan melindungi kepentingan nasional.

Advertisements

“Implementasi poin-poin kebijakan tersebut akan mendorong terciptanya sistem kelistrikan nasional yang jauh lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. Sektor ini juga akan memberikan dampak multiplier secara ekonomi lewat tata kelola yang terintegrasi penuh,” urai Hadi Teguh.

DPR RI Apresiasi Keberadaan PLTS Kampus Itera

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terobosan dan komitmen hijau yang ditunjukkan Itera. 

Pihaknya kagum dengan pemanfaatan PLTS skala besar yang berhasil diwujudkan di lingkungan kampus.

Advertisements

Menurut Putri, langkah konkret Itera merefleksikan peran aktif dan nyata dari perguruan tinggi dalam mendukung agenda besar transisi energi nasional secara riil, sekaligus menjadi contoh nyata implementasi energi berkelanjutan yang patut ditiru institusi lain.

Lebih lanjut, legislator muda ini menjelaskan bahwa kunjungan spesifik Komisi XII DPR RI ke Provinsi Lampung ini bertujuan untuk menjaring masukan teoretis dan praktis dari elemen perguruan tinggi serta para pelaku industri lokal. 

Masukan ini sangat berharga mengingat RUU Ketenagalistrikan telah resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Kumulatif Terbuka.

“Kami sangat berterima kasih atas draf kajian ini. Kami berharap masukan komprehensif dari Itera dan Universitas Lampung dapat memperkaya substansi regulasi yang sedang kami godok. Dengan demikian, undang-undang baru nanti mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengakomodasi percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia secara masif,” pungkas Putri. (*)

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements