LAMPUNG SELATAN - Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan operasional kampus. Mulai Jumat ini, Itera menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus tersebut.
Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menjelaskan bahwa kebijakan WFA ini diambil sebagai respons terhadap pengetatan anggaran dari pemerintah pusat.
"Ini kebijakan pemerintah yang memang 'memaksa' kita karena anggaran kita diperketat. Jadi, kita melakukan efisiensi, salah satunya penggunaan listrik," ujar Prof. Aryantha saat dikonfirmasi, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Prof. Aryantha, penerapan WFA pada hari Jumat diharapkan dapat menekan biaya operasional kampus secara signifikan.
Dengan bekerja dari rumah, sebagian besar gedung di kampus Itera tidak akan difungsikan sementara, sehingga penggunaan daya listrik bisa diminimalisir.
Meski demikian, ia menekankan bahwa teknis pelaksanaan masih terus dikoordinasikan, terutama karena Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum sedang dalam masa pemulihan pasca operasi.
Walaupun mayoritas ASN dan dosen menjalankan WFA, Prof. Aryantha menjamin bahwa pelayanan publik dan administrasi yang bersifat krusial tetap berjalan secara standby.
Beberapa sektor yang tetap disiagakan di kampus antara lain
Pertama, layanan Akses Internet dimana tim teknis tetap berjaga untuk memastikan konektivitas tidak terganggu.
Kedua, untuk layanan administrasi umum seperti kesekretariatan tetap siaga jika ada masyarakat atau pihak luar yang memerlukan bantuan mendesak.
Ketiga, Keamanan dan Fasilitas dimana petugas keamanan dan teknisi listrik tetap menjalankan tugas demi menjaga fasilitas negara.
Dampak dari kebijakan WFA ini juga merambah ke sistem perkuliahan. Prof. Aryantha mengonfirmasi bahwa setiap hari Jumat, perkuliahan akan dialihkan menjadi metode daring (online).
"Mahasiswa nanti kuliah dari rumah atau indekos masing-masing. Kami juga memantau masalah jaringan agar mereka tetap mendapatkan akses pembelajaran yang maksimal meskipun tidak tatap muka," tambahnya.
Kebijakan ini menjadi langkah adaptif Itera dalam menghadapi dinamika anggaran pendidikan tanpa mengesampingkan kualitas pembelajaran dan pelayanan terhadap mahasiswa.