BANDAR LAMPUNG- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan perannya sebagai kampus inklusif yang berkomitmen kuat pada pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan nilai keagamaan mahasiswa di samping capaian akademik.
Melalui Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD UBL), kampus swasta terbaik di Sumbagsel ini menggelar Lomba Seni Budaya Bali dalam rangka Widya Dharma Bhakti-IV di lingkungan Kampus UBL.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi ratusan generasi muda Hindu di Provinsi Lampung mulai dari unsur mahasiswa, remaja, hingga pelajar SMA dari berbagai kabupaten/kota untuk menampilkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni tradisi Nusantara.
Sejumlah cabang lomba seni budaya Bali yang dikompetisikan antara lain Miniatur Ogoh-ogoh, Tari Cendrawasih, dan Kreasi Beleganjur.
Dari berbagai penampilan tersebut, Kreasi Beleganjur menjadi salah satu atraksi yang paling menyedot perhatian peserta dan pengunjung lewat energi, kekompakan, serta kekuatan tradisi yang dikemas apik oleh kreativitas generasi muda.
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, yang diwakili oleh Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL, Dra. Yulfriwini, M.T.
Pembina KMHD UBL, Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Widya Dharma Bhakti-IV merupakan agenda tahunan sebagai bentuk nyata komitmen mahasiswa dalam menjaga, merawat, dan melestarikan seni budaya Hindu di Lampung.
Langkah ini juga dinilai sangat sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
"Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk mengenal lebih dekat Universitas Bandar Lampung sebagai salah satu kampus terbaik di Sumatera Bagian Selatan," ujar Prof. I Ketut Seregig.
Ia menegaskan, seni budaya Bali mengandung nilai spiritual, moral, sosial, dan pendidikan karakter. Keterlibatan generasi muda dinilai krusial agar tradisi tidak hanya sekadar dikenang, melainkan terus hidup di tengah perubahan zaman.
Apresiasi senada disampaikan Kepala BPKHA UBL, Dra. Yulfriwini, M.T. Pihaknya mengapresiasi tinggi inisiatif Pembina KMHD UBL dan seluruh mahasiswa Hindu UBL yang telah menghadirkan kegiatan yang memadukan seni, budaya, literasi agama, dan pembinaan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, UBL berharap generasi muda semakin mencintai budaya, memperkuat nilai keagamaan, dan berani tampil sebagai pelestari budaya di era modern,” kata Yulfriwini.
Ia menambahkan, agenda seperti ini menjadi bukti autentik bahwa UBL merupakan kampus terbuka dan inklusif yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkembang dalam aspek kepemimpinan, kreativitas, spiritualitas, serta kepedulian terhadap warisan bangsa. Yulfriwini berharap kegiatan ini semakin mempererat hubungan UBL dengan masyarakat Hindu di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Ketua Panitia Widya Dharma Bhakti-IV KMHD UBL, I Kadek Satria, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung motto “Mengembangkan Budaya Hindu melalui Seni dan Literasi Agama di Era Modern.”
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa dan generasi muda Hindu di Lampung untuk terus menjaga warisan budaya, memperkuat literasi keagamaan, serta menghadirkan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan modern,” jelas I Kadek Satria.
Ia menambahkan, pelestarian seni budaya tidak dapat dipisahkan dari nilai agama, memegang teguh prinsip bahwa agama tanpa budaya tidak bernilai, dan budaya tanpa agama tidak bermakna.
Lewat Widya Dharma Bhakti-IV, KMHD UBL sukses memperlihatkan wajah kampus UBL yang merangkul keberagaman dan mendukung generasi muda untuk menyongsong masa depan tanpa kehilangan identitas budaya mereka.