BANDAR LAMPUNG- Pilihan kampus yang tepat terbukti menjadi titik awal yang menentukan masa depan. Hal ini dibuktikan oleh Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL), yang kini tengah menempuh studi doktoral (S-3) di The University of Kitakyushu, Jepang.
Tak sekadar melanjutkan studi, Satrio berhasil menembus program doktoral bergengsi melalui beasiswa penuh pemerintah Jepang, Monbukagakusho (MEXT).
Di jenjang ini, ia mengembangkan riset spesifik di bidang neuro-architecture, emotional comfort, dan built environment, yang mengkaji keterkaitan desain ruang dengan kenyamanan psikologis manusia.
Perjalanan Satrio menuju panggung global tidak terjadi secara instan. Titik baliknya dimulai saat ia mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Jepang melalui kerja sama strategis antara UBL dengan The University of Kitakyushu.
Pengalaman tersebut menjadi pemacu semangat yang mendorongnya melanjutkan studi hingga jenjang magister dan kini doktoral di kampus yang sama.
"Saya melihat UBL memberikan ruang yang sangat luas untuk berkembang. Selama kuliah, saya tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif di organisasi kemahasiswaan, mengikuti kompetisi, serta terlibat dalam penelitian bersama dosen," ujar Satrio melalui pesan WhatsApp, Rabu 22 April 2026.
Konsistensi Satrio dalam berproses membuahkan hasil manis dengan berbagai penghargaan tingkat dunia, di antaranya, Penghargaan Kompetisi Desain Dunia (2020 dan 2022).
Excellent Master Thesis Award di Jepang (2023).
Best Presenter Award dalam forum AIUE 2025 di Xi’an, China.
Publikasi Ilmiah aktif di jurnal internasional bereputasi sepanjang 2023–2026.
Menurut Satrio, kesiapan menghadapi dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan teori. Baginya, akademik dan praktik harus saling melengkapi dalam membangun pola pikir kritis dan kemampuan adaptasi.
"Bagi saya, kampus bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang untuk mengeksplorasi potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan. Jika dijalani dengan serius, kuliah akan membuka banyak pintu kesempatan untuk masa depan," tuturnya
Kisah Satrio menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pendidikan yang tepat mampu mendorong mahasiswa melampaui batas hingga ke tingkat internasional.
UBL sendiri terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing global.