Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia di Ajang GAISIC 2026 Tiongkok

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Senin, 15 Jun 2026 - 17:54 WIB
Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia di Ajang GAISIC 2026 Tiongkok.
Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia di Ajang GAISIC 2026 Tiongkok. - Foto UBL For Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID- Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) di kancah internasional. 

Tim PROTECTA berhasil meraih Third Prize atau Juara 3 Dunia dalam ajang bergengsi Global AI Scenario Innovation Competition (GAISIC) 2026 yang berlangsung di Guangzhou Huashang College, Tiongkok, pada April 2026 lalu.

Di bawah bimbingan dan dukungan penuh pihak universitas, tim yang beranggotakan Surya Pratama Januarvi, Muhammad Ilham Alparsy, dan Praise Otniel Beethoven ini sukses menembus tiga besar di tengah persaingan ketat yang diikuti oleh 384 tim dari lebih dari 20 negara. 

Hebatnya, mereka bersaing dengan negara-negara yang dikenal memiliki ekosistem teknologi maju seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan tuan rumah Tiongkok.

Advertisements

Perwakilan Tim PROTECTA, Muhammad Ilham Alparsy, menjelaskan bahwa inovasi yang mereka bawa berangkat dari keresahan terkait lambatnya penanganan kebakaran yang kerap terjadi di masyarakat. 

Menurut mahasiswa prodi Informatika UBL ini, kendala utama dalam insiden kebakaran biasanya terletak pada keterlambatan pelaporan dan ketidakakuratan lokasi kejadian.

“Dalam situasi kebakaran, setiap menit sangat berharga. Karena itu, kami mengembangkan PROTECTA sebagai sistem yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis dan mengirimkan informasi secara real-time sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ilham, Senin (15/6).

Sistem cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) ini memiliki beberapa fitur unggulan

Advertisements

Pertama, Deteksi Multi-Sensor: Mampu mendeteksi api, asap, dan kenaikan suhu secara otomatis.

Kedua, Notifikasi Real-Time: Mengirimkan peringatan dini sekaligus lokasi kejadian agar penanganan lebih akurat.

Ketiga, Analisis Prediktif: AI mampu membaca pola risiko dari data sensor untuk memberikan rekomendasi pencegahan sebelum bencana terjadi.

“Kami tidak hanya ingin membuat sistem alarm, tetapi menghadirkan solusi yang dapat membantu pengguna memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sebelum kejadian terjadi,” tambahnya.

Advertisements

Keberhasilan ini disambut hangat oleh Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf Barusman, M.B.A. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UBL memiliki daya saing global dalam pengembangan teknologi berbasis AI.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung dan Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UBL memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Yusuf.

Prof. Yusuf berharap, keberhasilan Tim PROTECTA dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh mahasiswa UBL lainnya untuk terus memperkuat budaya riset, berani berinovasi, dan menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif serta bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)

 

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements