RADARLAMPUNG.CO.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung Periode 2025-2029.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 13.00 WIB.
Sebelum menyerahkan bendera Pataka FPK Lampung kepada sang ketua terpilih, H. Darussalam, SH, MH, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menitipkan pesan mendalam. Ia meminta seluruh pengurus FPK untuk berkomitmen menjaga perdamaian yang telah terawat sejak ratusan tahun di Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi karakteristik masyarakat Lampung yang sangat terbuka terhadap pendatang sejak zaman dahulu.
"Alhamdullilah sifat orang Lampung gampang menerima atau berangkenen, sehingga warga yang berasal dari daerah lain bisa merasa seperti di rumahnya sendiri," ujar Mirza.
Menurutnya, keberagaman suku dan budaya di Lampung merupakan sebuah anugerah sekaligus kekuatan daerah yang harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Mirza menegaskan tidak merasa khawatir dengan kemajemukan di Provinsi Lampung. Justru hal tersebut menjadi modal penting untuk bersama-sama membangun daerah
"Kalau gak ada orang Sulawesi, orang Lampung gak makan ikan," kelakar Gubernur Mirza yang langsung disambut tawa para hadirin.
Dibanjiri Ucapan Selamat
Pantauan di lokasi, suasana di Kompleks Kantor Gubernur Lampung tampak semarak dengan hadirnya puluhan papan bunga ucapan selamat dari para mitra, tokoh, dan instansi atas dilantiknya H. Darussalam beserta jajaran pengurus.
"Selamat dan sukses H Darussalam, SH, MH sebagai ketua FKP Lampung masa bakti 2025-2029," demikian tulisan pada papan bunga kiriman Gubernur Mirza yang terpajang di teras masuk Gedung Balai Keratun.
Ucapan serupa juga datang dari berbagai lembaga dan perorangan, termasuk Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar yang turut mengirimkan papan bunga sebagai bentuk dukungan.
Siap Jadi Garda Terdepan Penjaga Kerukunan
Sementara itu, Ketua FPK Lampung terpilih, H. Darussalam, menyatakan kesiapannya bersama seluruh jajaran pengurus untuk mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam memperkuat pembauran, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan.
"Alhamdulillah, seluruh pengurus semakin solid. Kami memiliki tekad yang sama untuk menjaga Lampung tetap damai. Jangan sampai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya menjadi alasan perpecahan. Justru keberagaman itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung," tegas Darussalam.
Semangat kebersamaan ini sejatinya telah terlihat sejak rangkaian persiapan pelantikan. Perwakilan dari 37 etnis dan suku yang hidup berdampingan di Lampung duduk bersama dalam satu forum tanpa sekat untuk menyusun langkah strategis membangun harmoni sosial.
Sekretaris FPK Lampung, Idris KS, menambahkan bahwa forum yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini memiliki fungsi krusial dalam memperkuat integrasi sosial dan budaya.
"FPK hadir untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat pembauran, persatuan, serta kesatuan masyarakat. Kami juga telah menyiapkan berbagai program kerja unggulan setiap tahun sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045," jelas Idris. Saat ini, FPK Lampung menaungi sedikitnya 37 organisasi etnis dan suku.
Filosofi Seragam Pengurus
Menariknya, seragam yang dikenakan oleh para pengurus FPK Lampung pada pelantikan ini juga memiliki makna filosofis yang mendalam.
Elty Yunani, SH, MKn, MG, Ph.D., CLA, selaku pemilik Elty Gallery yang merancang seragam tersebut, menjelaskan bahwa pemilihan warna hitam melambangkan simbol keteguhan, kewibawaan, serta kepercayaan diri.
Sedangkan aksen benang emas yang terinspirasi dari motif kain tapis tradisional melambangkan kemuliaan budaya Lampung, kejayaan, sekaligus harapan agar setiap langkah pengurus selalu diterangi oleh nilai-nilai kearifan lokal.
Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu polarisasi, kehadiran FPK diharapkan mampu menjadi ruang perjumpaan bagi berbagai identitas untuk saling memahami, menguatkan, dan memastikan Lampung tetap sejuk serta kondusif bagi semua golongan.