BANDAR LAMPUNG- Suksesi kepemimpinan di Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi momentum krusial bagi seluruh sivitas akademika untuk menentukan arah masa depan kampus.
Dinamika Aspirasi dari berbagai lini mulai dari tenaga kependidikan, dosen, hingga mahasiswa menjadi 'catatan penting' bagi lima calon rektor yang tengah berkompetisi.
Kasubag Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Itera, Juanda, menekankan bahwa keberlanjutan program adalah kunci utama.
Menurutnya, rektor terpilih harus memiliki kemampuan untuk menyelaraskan visi pribadi dengan Rencana Strategis (Renstra) institusi.
"Transparansi administrasi dan akuntabilitas tata kelola menjadi poin vital. Kami juga mendorong penguatan sinergi internal agar kualitas riset dan pengabdian masyarakat dapat dirasakan langsung dampaknya oleh publik," ujar Juanda.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Winati Nurhayu, Dosen Biologi Fakultas Sains Itera, menyoroti pentingnya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Ia berharap kepemimpinan ke depan lebih berorientasi pada kesejahteraan dosen dan dukungan penuh terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Peningkatan kualitas pengajaran, publikasi ilmiah bermutu tinggi, serta kesejahteraan pendidik adalah fondasi bagi Itera untuk bersaing secara global," tegas Dr. Winati
Dari perspektif mahasiswa, Angelica Margareth (Perwakilan UKM Lembaga Pers Itera) memberikan catatan kritis terkait fasilitas dasar penunjang akademik. Ia menyoroti keterbatasan alat laboratorium bagi program studi baru seperti Rekayasa Kosmetik, serta kerumitan birokrasi perizinan.
Selain infrastruktur fisik, isu keamanan lingkungan juga menjadi sorotan serius. "Mahasiswa berharap adanya transparansi penindakan tegas terhadap pelaku pelecehan seksual di kampus melalui peran Satgas yang lebih nyata," ungkap mahasiswa semester 6 Rekayasa Kosmetik Itera tersebut.
Guna menjawab berbagai tantangan tersebut, lima kandidat rektor Itera memaparkan visi strategisnya.
Untuk, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., IPU menekankan transformasi tata kelola yang profesional dan berintegritas untuk memandu perubahan demi kesejahteraan bangsa Indonesia.
Prof. Ismunandar, Ph.D mengusung konsep Smart, Friendly, dan Forest Campus. Fokus pada pembelajaran berbasis AI, inovasi hijau, serta kemandirian institusi melalui status Badan Layanan Umum (BLU).
Prof Dr Ir Fahmi, ST,M.Sc,IPU ASEAN Eng menawarkan visi Transformasi Budaya Unggul. Fokus pada pendidikan hibrida yang inklusif serta ekosistem riset terapan yang mampu menjawab permintaan pasar (demand-driven).
Sementara, Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si: Menekankan kepemimpinan visioner yang partisipan dan humanis. Misinya mencakup pembangunan ekosistem riset yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan IPTEK global.
Serta, Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., IPU: Memfokuskan pada inovasi kurikulum berbasis potensi strategis Sumatera. Targetnya cukup progresif, yakni akselerasi SDM dengan mencetak Guru Besar di bawah usia 45 tahun.
Meski kelima calon dinilai memiliki kapasitas terbaik, harapan besar tetap bertumpu pada kemampuan mereka untuk menjadi sosok pemimpin yang merangkul (inclusive leadership).
Siapa pun yang terpilih nantinya, tugas berat menanti menyelaraskan ambisi akademik global dengan realitas fasilitas di lapangan, sembari menjamin rasa aman dan sejahtera bagi seluruh warga Itera.