RADARLAMPUNG.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/JCI) diperkirakan bergerak bearish dengan area support di 5.500 dan resistance di 6.200 pada perdagangan 11 Juni 2026.
Bursa saham Asia dibuka melemah pada Kamis pagi mengikuti tekanan dari Wall Street yang ditutup terkoreksi akibat aksi jual di sektor teknologi.
Tekanan tersebut dipicu data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan tahunan tertinggi sejak 2023 dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve.
Sektor teknologi kembali tertekan seiring rotasi keluar dari saham berbasis Artificial Intelligence (AI) yang terus berlanjut di pasar global.
Kekhawatiran turut meningkat menjelang rencana penawaran umum perdana atau IPO besar dari OpenAI dan Anthropic.
Data Consumer Price Index (CPI) AS mencatat inflasi utama naik 0,5% month-to-month dan 4,2% year-on-year pada Mei, sesuai ekspektasi pasar.
Inflasi inti naik 0,2% month-to-month dan 2,9% year-on-year, sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya dan berada sesuai proyeksi analis.
Dari sisi geopolitik, meningkatnya kembali ketegangan AS–Iran mendorong kenaikan harga minyak mentah global.
Serangan udara AS terhadap sejumlah target di Iran kembali diluncurkan setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait kemungkinan eskalasi lanjutan.
Sebagai respons, Iran disebut mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Harga energi tetap menjadi pendorong utama inflasi global dengan kontribusi lebih dari 60 persen di tengah konflik berkepanjangan.
Investor kini menantikan rilis Producer Price Index (PPI) AS untuk membaca arah tekanan harga di tingkat produsen.
Selain itu, data Non-Farm Payrolls (NFP) sebelumnya menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.
Kondisi tersebut membuat inflasi menjadi fokus utama Federal Reserve karena masih berada di atas target 2 persen.
Dari sisi korporasi, beberapa emiten dijadwalkan membagikan dividen tunai.
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) akan membagikan dividen sebesar Rp22,5 miliar.
Lalu PT Bank Mestika Tbk (BBMD) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp90 miliar.
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) juga akan membagikan dividen tunai sebesar Rp548,02 miliar.
Pada rekomendasi teknikal, TOTL berada dalam tren bearish jangka pendek dan menengah.
Saham TOTL direkomendasikan trading buy di level 1.005 dengan target 1.060 dan 1.090 serta stop loss di 955.
ISAT juga berada dalam tren bearish dan direkomendasikan spekulatif di area support.
Ya, ISAT direkomendasikan trading buy di 1.780 dengan target 1.925 dan 2.010 serta stop loss di 1.650.
Sementara itu, MBMA sebelumnya masuk rekomendasi sell on strength dan telah mencapai target pertama di level 474 dengan kenaikan 9,49 persen.
Sentimen global, tekanan sektor teknologi, serta ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama penggerak pasar dalam jangka pendek.