RADARLAMPUNG.CO.ID - Pasar saham Asia Rabu, 11 Februari 2026 dibuka menguat seiring investor mencerna data tenaga kerja Korea Selatan serta rilis inflasi CPI dan PPI Tiongkok.
Diprediksi kuat, IHSG bergerak Bullish dengan level support 7.860 dan resistance di area 8.400 pada perdagangan 11 Februari 2026.
Terpantau, tingkat pengangguran Korea Selatan turun menjadi 3 persen pada Januari dari 3,3 persen pada Desember 2025 berdasarkan data pasar tenaga kerja terbaru.
Jumlah pengangguran Korea Selatan naik 128.000 menjadi 1,21 juta orang atau tumbuh 11,8 persen tahunan, namun menurun dari 1,22 juta pada Desember 2025.
Ekonomi Korea Selatan menambah 108.000 pekerja menjadi 27,99 juta orang atau naik 0,4 persen tahunan sepanjang Januari.
Penambahan tenaga kerja tersebut menjadi yang terendah dalam 13 bulan terakhir, mencerminkan pelemahan berkelanjutan di sektor manufaktur dan konstruksi.
Inflasi Indeks Harga Konsumen Tiongkok naik 0,2 persen tahunan pada Januari, melambat dari 0,8 persen dan lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Inflasi inti Tiongkok tercatat naik 0,8 persen tahunan, melambat dari lonjakan 1,2 persen pada Desember 2025.
Indeks Harga Produsen Tiongkok masih mencatat deflasi 1,4 persen tahunan, membaik dari deflasi 1,9 persen pada Desember 2025.
Bursa Wall Street ditutup beragam dengan DJIA mencetak rekor penutupan tertinggi tiga hari beruntun, sementara S&P 500 dan Nasdaq melemah.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari lima basis poin ke level 4,14 persen di pasar obligasi.
Penjualan ritel Amerika Serikat stagnan pada Desember 2025, mengindikasikan pelemahan belanja konsumen yang berpotensi menekan perhitungan PDB kuartal IV.
Penjualan ritel tercatat 0 persen bulanan dan 2,4 persen tahunan, lebih rendah dari kenaikan November serta di bawah ekspektasi pasar.
Tanpa sektor otomotif, penjualan ritel juga stagnan setelah naik 0,4 persen pada bulan sebelumnya.
Data penjualan ritel ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Pelaku pasar masih memperkirakan Federal Reserve menahan suku bunga pada Maret dan April, dengan peluang penurunan mulai Juni.
Terpantau, PT Pelat Timah Nusantara Tbk mencatat lonjakan laba bersih 5.263 persen menjadi USD 973,38 ribu sepanjang 2025.
Lalu PT Satria Mega Kencana Tbk membukukan penurunan rugi bersih 6,2 persen menjadi Rp15,43 miliar pada 2025.
Sedangkan PT Fajar Surya Wisesa Tbk mencatat pembengkakan rugi bersih 2,72 persen menjadi Rp1,13 triliun pada 2025.
Menyinggung terkait signal Saham, secara teknikal NCKL direkomendasikan beli di 1.315 dengan tren jangka pendek dan menengah bullish serta target 1.440 hingga 1.530.
RMKO juga direkomendasikan untuk dibeli di angka 645 dengan tren bullish dan target harga 795 hingga 885.
Disclaimer: Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor, dan dianjurkan melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan finansial.