Iran vs AS Kembali Memanas, Klaim Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar Minyak Dunia

gambar-user/kxcc90qjqiXwMEF3hLEO1SiFWDeIvyKizyozEovq.webp
Ari Suryanto - Minggu, 21 Jun 2026 - 09:19 WIB
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul klaim penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul klaim penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. - marinetraffic

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Klaim Iran mengenai penutupan Selat Hormuz kembali memicu ketegangan dengan Amerika Serikat di tengah upaya kedua negara meredakan konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Pengumuman tersebut disampaikan Teheran pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting bagi perdagangan minyak dunia.

Iran menyebut kapal-kapal yang melintas tidak lagi dapat menggunakan jalur tersebut.

Advertisements

Namun, pemerintah Amerika Serikat langsung membantah klaim tersebut.

Washington menegaskan aktivitas pelayaran internasional di kawasan itu masih berlangsung normal.

Pemerintah AS juga menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Selat Hormuz benar-benar ditutup.

Pernyataan Iran muncul hanya beberapa hari setelah tercapainya kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat.

Advertisements

Kesepakatan itu bertujuan meredakan konflik dan menurunkan ketegangan di Timur Tengah.

Pengumuman penutupan Selat Hormuz disampaikan komando militer gabungan Iran bersama Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Langkah tersebut diumumkan ketika delegasi Iran bersiap terbang ke Swiss.

Mereka dijadwalkan mengikuti pembicaraan teknis dengan pejabat Amerika Serikat mulai Minggu.

Advertisements

Militer Iran menyatakan keputusan itu diambil sebagai respons atas operasi militer Israel yang masih berlangsung di Lebanon.

Iran juga menyinggung dugaan ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap sejumlah komitmen dalam kesepakatan gencatan senjata.

Media pemerintah Iran menyebut langkah lanjutan telah disiapkan apabila tindakan yang dianggap sebagai agresi terus berlanjut.

Di saat bersamaan, situasi keamanan di Lebanon kembali memanas.

Advertisements

Serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang.

Korban tewas tersebut termasuk dua anak-anak.

Otoritas setempat juga melaporkan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Meski demikian, militer Amerika Serikat menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka.

Advertisements

Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Tim Hawkins, menyatakan Iran tidak memiliki kendali penuh atas jalur tersebut.

"Iran tidak menguasai Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran tetap berjalan dan pasukan Amerika Serikat terus memantau situasi guna memastikan kondisi tersebut tetap berlangsung," ujarnya.

Pernyataan Iran dinilai menambah ketegangan menjelang perundingan penting yang akan digelar di Swiss.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang disepakati Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Advertisements

Kesepakatan itu tercapai setelah hampir empat bulan konflik berlangsung.

Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah penghentian aktivitas militer Israel di Lebanon.

Kesepakatan itu juga mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa pungutan tambahan dari Iran selama sedikitnya 60 hari.

Meski Iran mengklaim telah menutup jalur pelayaran tersebut, sejumlah pejabat AS tetap membantah laporan itu.

Advertisements

Mereka menyebut aktivitas kapal tanker masih berlangsung normal.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahkan menyampaikan optimisme terkait proses negosiasi kedua negara.

Dalam wawancara dengan Fox News, Vance mengatakan Jared Kushner dan Steve Witkoff saat ini berada di Swiss.

Keduanya bertugas membahas detail teknis implementasi kesepakatan yang telah dicapai.

Advertisements

Menurut Vance, proses negosiasi sejauh ini berjalan positif.

Ia juga menyoroti peningkatan lalu lintas kapal tanker minyak pasca tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

"Kemarin sekitar 16 juta barel minyak berhasil melewati Selat Hormuz. Itu menjadi angka tertinggi bahkan dibandingkan periode sebelum konflik dimulai," kata Vance.

Selain membahas stabilitas perdagangan energi global, kedua negara juga membicarakan stok uranium yang telah diperkaya Iran.

Advertisements

Amerika Serikat berharap langkah tersebut dapat mencegah Iran membangun kembali program nuklirnya di masa mendatang.

Vance mengatakan dirinya berencana menyusul ke Swiss dalam beberapa hari ke depan.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah pengaturan diplomatik yang harus diselesaikan.

Proses tersebut melibatkan mediator dari Qatar dan Pakistan.

Advertisements

Perkembangan terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai perhatian utama dunia.

Jalur pelayaran tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak global.

Setiap gangguan yang terjadi di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Dampaknya juga dapat dirasakan terhadap pasokan energi internasional dan stabilitas ekonomi global.

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements