Kenali Penyebab dan Penanganan yang Tepat, Jangan Asal Konsumsi Obat Saat Radang Tenggorokan

gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Selasa, 06 Jan 2026 - 06:53 WIB
Ilustrasi Radang Tenggorokan.
Ilustrasi Radang Tenggorokan. - Foto: TikTok/@ekidarehanf

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Cuaca yang tak menentu mengundang berbagai penyakit yang bisa menyerang tubuh. Mulai dari flu, demam, hingga radang tenggorokan. Radang tenggorokan mungkin bukanlah masalah yang selalu menandakan kondisi berbahaya, namun tidak bisa disepelakan.

Mengutip dari laman resmi Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, radang tenggorokan biasanya menunjukkan gejala seperti rasa tidak nyaman atau sakit saat menelan makanan dan minuman.

Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh virus, batuk dan pilek berkepanjangan, alergi, kebiasaan merokok, dan infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan.

Penanganan radang tenggorokan juga tidak bisa dilakukan dengan asal meminum obat tanpa tahu diagnosa pastinya. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui agar bisa menangani radang tenggorokan dengan tepat.

Advertisements

1. Jangan Sembarangan Minum Antibiotik

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah mengonsumsi antibiotik sembarangan saat mengalami radang tenggorokan.

Padahal, radang tenggorokan tidak selaly disebabkan oleh infeksi bakteri. Banyak kasus radang tenggorokan yang justru disebabkan oleh virus, sementara antibiotik hanya ampuh untuk melawan bakteri.

Konsumsi antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang membuat tubuh menjadi lebih kebal terhadap antibiotik tertentu sehingga berisiko lebih sulit untuk mengobati infeksi di masa depan.

2. Hindari Konsumsi Kortikosteroid Tanpa Kontrol Dokter

Obat seperti metilprednisolon atau kortikosteroid memang efektik untuk mengurangi peradangan dan bisa membantu meredakan gejala radang tenggorokan.

Advertisements

Namun, penggunaan obat-obatan ini tanpa pengawasan dokter bisa berisiko menurunkan daya tahan tubuh, retensi cairan yang menyebabkan moon face, hingga mengganggu keseimbangan hormon.

3. Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Berlebihan

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol memang bisa membantu mengurangi nyeri tenggorokan.

Meski begitu, penggunaan obat ini secara terus-menerus bisa berisiko merusak hari, menyebabkan iritasi lambung, hingga membebani kerja gunjal. 

4. Alternatif Pilihan Obat yang Aman

Sebagai alternatif yang lebih aman, dequalinium chloride bisa dikonsumsi. Obat ini memiliki kemampuan meredakan sakit tenggorokan tanpa menimbulkan efek sampung seperti antibiotik atau kortikosteroid.

Advertisements

Dequalinium chloride mengandung antiseptik yang bekerja membunuh bakteri dan jamur di tenggorokan. Obat ini juga tidak akan menyebabkan tubuh menjadi kebal atau resisten terhadap obat sehingga efektif untuk digunakan dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Jika kondisi peradangan tak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat ini, segera periksakan ke dokter atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements