Jangan Asal-asalan! Minum Sesuai Dosis Dokter, Simak Fakta Tentang Antibiotik Berikut

Antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Ketahui fakta penggunaan antibiotik agar terhindar dari resistensi bakteri.
gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Rabu, 10 Des 2025 - 06:17 WIB
Ilustrasi pil antibiotik.
Ilustrasi pil antibiotik. - Foto: Instagram/@kemenkes_ri

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dalam masyarakat awam, antibiotik sering dianggap sebagai obat serba bisa untuk berbagai penyakit. Anggapan ini muncul karena antibiotik memang kerap diresepkan untuk mengatasi infeksi.

Banyak orang merasa lebih cepat sembuh setelah minum antibiotik, sehingga obat ini sering diminum tanpa resep. Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, dan obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Antibiotik dirancang untuk bekerja secara bertahap dan terukur. Setiap dosis yang diberikan merupakan hasil perhitungan medis yang mempertimbangkan berat badan, tingkat keparahan infeksi, pola penyebaran bakteri, hingga karakteristik obat itu sendiri.

Fakta Tentang Konsumsi Antibiotik

Mengutip unggahan Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat banyak mitos tentang antibiotik yang beredar di masyarakat, mulai dari anggapan bahwa antibiotik bisa menyembuhkan segala penyakit, boleh dikonsumsi tanpa resep dokter, hingga dapat mencegah penyakit. Padahal, faktanya sebagai berikut.

Advertisements

1. Habiskan Antibiotik yang Diresepkan

Berhenti mengonsumsi antibiotik sebelum waktunya dapat membuat bakteri yang tersisa menjadi kebal. Bakteri yang belum sepenuhnya mati bisa kembali berkembang biak dan akhirnya menimbulkan resistensi terhadap dosis sebelumnya.

2. Antibiotik Tidak Melawan Virus

Antibiotik merupakan obat untuk melawan bakteri, bukan virus. Penggunaannya hanya terbatas pada pengobatan infeksi bakteri.

3. Tak Semua Sakit Tenggorokan Butuh Antibiotik

Sakit tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik. Jika penyebabnya adalah bakteri, pemeriksaan dan resep dari dokter menjadi hal yang penting.

4. Jangan Asal Konsumsi Antibiotik Sisa

Antibiotik sisa bisa saja tidak sesuai dengan infeksi baru. Kesalahan penggunaan meningkatkan risiko resistensi bakteri. Meski dosisnya sama, tiap antibiotik memiliki peran spesifik dan ditujukan untuk bakteri yang berbeda.

Advertisements

5. Jangan Sembarangan Menaikkan Dosis

Dosis antibiotik yang lebih tinggi tidak menjamin kesembuhan lebih cepat. Justru berisiko menimbulkan efek samping berbahaya seperti kerusakan organ, gangguan pencernaan, alergi, hingga resistensi antibiotik.

6. Bukan untuk Mencegah Penyakit

Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan untuk mencegah infeksi. Konsumsi tanpa dosis yang jelas dapat membuat bakteri kebal sehingga penanganan infeksi menjadi lebih sulit dan membutuhkan antibiotik yang lebih kuat.

*Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

Share:
Editor: Rizki Pramajaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements