Sabet 4 Perunggu dan 1 Honorable Mention, Pelajar Indonesia Unjuk Gigi di IMO 2026 Shanghai

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Minggu, 26 Jul 2026 - 12:43 WIB
Sabet 4 Perunggu dan 1 Honorable Mention, Pelajar Indonesia Unjuk Gigi di IMO 2026 Shanghai.
Sabet 4 Perunggu dan 1 Honorable Mention, Pelajar Indonesia Unjuk Gigi di IMO 2026 Shanghai. - Foto Puspresnas

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID– Kontingen Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung sains dunia. Pada ajang 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok (10–21 Juli 2026), tim Indonesia sukses memboyong empat medali perunggu dan satu Honorable Mention.

Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan talenta muda oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para siswa yang dinilai menunjukkan integritas dan daya juang luar biasa di tingkat global.

"Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan secara berkelanjutan," ujar Irene.

Advertisements

Daftar Srikandi dan Ksatria Matematika Indonesia di IMO 2026

Jayden Jurianto (SMAK 1 Penabur Jakarta)

Steven Abiel Cahyono (SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya)

Danica Odelia (SMAK Penabur Gading Serpong)

Advertisements

Yusril Ihsan Adinatanegara (SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi)

Sementara penghargaan Honorable Mention diraih oleh Matthew Ravanelli Tjiptono (SMAK Penabur Banda, Jawa Barat)

Taklukan Soal Menantang dari 119 Negara

Persaingan di IMO 2026 tergolong sangat ketat. Ajang matematika paling bergengsi di dunia ini diikuti oleh 685 peserta dari 119 negara. Selama dua hari kompetisi, para peserta ditantang menyelesaikan total enam soal matematika tingkat lanjut.

Advertisements

Koordinator Pembina IMO 2026 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Aleams Barra, mengakui bahwa tingkat kesulitan soal tahun ini memberikan tantangan tersendiri bagi seluruh kontingen negara.

"Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi," puji Barra.

Rasa Haru dan Bangga Perwakilan Tim

Kesan mendalam dirasakan oleh para peraih medali. Jayden Jurianto, yang tahun lalu juga menyumbang medali perunggu di ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI), mengaku bangga kembali dipercaya membawa nama Indonesia.

Advertisements

Hal senada diungkapkan Yusril Ihsan Adinatanegara dari SMAN 1 Glagah, Banyuwangi. Ia sempat tak menyangka bisa pulang membawa medali perunggu.

"Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali, tetapi puji syukur saya senang sekali akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026," tutur Yusril gembira.

Keberhasilan di IMO 2026 ini diharapkan terus memperkuat ekosistem pembinaan talenta sains di Indonesia agar makin banyak anak bangsa yang mengukir prestasi internasional di masa mendatang. (rls/gie)

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements