Apple Hentikan Mac Pro, Tanda Berakhirnya Era Komputer Kelas Pro

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Senin, 30 Mar 2026 - 15:30 WIB
Mac Pro tak lagi dijual setelah era Apple Silicon berkembang pesat
Mac Pro tak lagi dijual setelah era Apple Silicon berkembang pesat - instagram/@verge

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.IDApple resmi menghentikan penjualan Mac Pro melalui situs resminya.

Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang workstation modular andalan Apple yang telah hadir sejak 2006, menggantikan era Power Mac G5.

Langkah ini cukup mengejutkan, mengingat generasi terakhir Mac Pro dengan chip M2 Ultra baru diperkenalkan beberapa tahun lalu.

Saat dirilis, perangkat tersebut ditujukan untuk kalangan profesional yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, termasuk dukungan ekspansi melalui slot PCIe.

Advertisements

Namun dalam praktiknya, sejumlah keterbatasan seperti absennya dukungan GPU tambahan yang membuat daya tariknya tidak sekuat yang diharapkan di kalangan pengguna profesional.

Perubahan arah teknologi juga menjadi faktor utama.

Sejak Apple beralih dari prosesor Intel ke Apple Silicon, performa tinggi kini bisa dihadirkan dalam perangkat yang lebih ringkas tanpa perlu desain modular besar.

Hal tersebut membuat posisi Mac Pro perlahan tergeser, karena kebutuhan komputasi berat sudah dapat dipenuhi oleh perangkat lain dengan harga lebih kompetitif.

Advertisements

Salah satu yang kini menjadi tulang punggung baru adalah Mac Studio.

Perangkat ini menawarkan performa tinggi berkat chip generasi terbaru seperti M3 Ultra dan M4 Max, sekaligus hadir dalam ukuran yang lebih compact.

Dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau dan kinerja yang mumpuni, Mac Studio praktis menjadi pilihan utama bagi pengguna profesional saat ini.

Jika menengok ke belakang, perjalanan Mac Pro sendiri sempat mengalami berbagai eksperimen desain. Pada 2013, Apple memperkenalkan versi silinder yang dijuluki “trash can”.

Advertisements

Desain tersebut terlihat futuristik, namun menuai kritik karena masalah pendinginan dan keterbatasan upgrade, terutama untuk GPU.

Apple kemudian kembali ke konsep klasik pada 2019 dengan desain tower berlubang yang dikenal sebagai “cheese grater”.

Pendekatan modular ini sempat diapresiasi karena fleksibilitasnya, tetapi perkembangan teknologi yang semakin mengarah ke integrasi komponen dalam satu chip membuat konsep tersebut perlahan kehilangan relevansi.

Ke depan, Apple diperkirakan akan lebih fokus pada perangkat yang mengandalkan integrasi hardware dan software, serta memaksimalkan konektivitas eksternal seperti Thunderbolt untuk memenuhi kebutuhan profesional.

Advertisements

Pendekatan ini dinilai lebih sejalan dengan visi Apple Silicon yang menekankan efisiensi dan performa dalam satu paket.

Dihentikannya Mac Pro bukan sekadar penghapusan satu produk, tetapi juga menjadi simbol perubahan besar dalam strategi Apple.

Era workstation modular raksasa kini resmi ditutup, digantikan oleh perangkat yang lebih ringkas, terintegrasi, dan efisien.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements