Kalender Jawa 14 April 2026, Lengkap dengan Neptu dan Weton

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Selasa, 14 Apr 2026 - 08:22 WIB
Selasa Legi punya makna dalam primbon Jawa
Selasa Legi punya makna dalam primbon Jawa - Ilustrasi-Pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID -Masyarakat Indonesia kerap mencari informasi konversi tanggal antara kalender Masehi, dan  Hijriah maupun kalender jawa untuk berbagai keperluan, mulai dari ibadah hingga perhitungan hari baik.

Salah satu yang banyak dicari adalah penanggalan untuk Selasa, 14 April 2026.

Berdasarkan konversi kalender, tanggal tersebut bertepatan dengan 25 Syawal 1447 Hijriah.

Perbedaan metode perhitungan di beberapa sumber memang memungkinkan adanya selisih satu hari, namun mayoritas penanggalan menempatkannya pada 25 Syawal.

Advertisements

Dalam kalender Jawa, 14 April 2026 masuk dalam tanggal 26 Sawal 1959 Jawa. Hari tersebut juga memiliki pasaran Legi, sehingga wetonnya dikenal sebagai Selasa Legi.

Weton Selasa Legi memiliki nilai neptu 8, yang berasal dari Selasa (3) dan Legi (5). Dalam perhitungan primbon Jawa, nilai ini tergolong sedang dan sering dikaitkan dengan karakter yang seimbang.

Secara kepribadian, Selasa Legi dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

Mereka cenderung memiliki empati tinggi serta menghindari konflik dalam kehidupan sehari-hari. Karakter ini membuat mereka mudah diterima di berbagai lingkungan.

Advertisements

Dari sisi rezeki, weton ini dipercaya tidak mendapatkan hasil secara instan, namun memiliki kestabilan dalam jangka panjang.

Konsistensi menjadi kunci utama bagi pemilik weton ini untuk mencapai keberhasilan.

Sementara dalam urusan percintaan, Selasa Legi dikenal sebagai pribadi yang setia dan mengutamakan keharmonisan. Mereka cenderung menjaga hubungan dengan baik dan menghindari pertikaian.

Jika dilihat dari kalender Hijriah, tanggal ini masih berada di bulan Syawal, yang merupakan momen penting setelah Ramadan.

Advertisements

Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga kualitas ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah Syawal.

Meski penafsiran weton dan kalender Jawa bersifat budaya dan tidak mutlak, banyak masyarakat yang tetap menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami konversi penanggalan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi waktu, tetapi juga turut melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

 

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements