RADARLAMPUNG.CO.ID - Ponsel yang terjatuh saat penerbangan sering dianggap masalah sepele.
Banyak penumpang spontan membungkuk atau mencoba meraih perangkat yang terselip di sela kursi.
Padahal, tindakan yang terlihat sederhana ini justru bisa memicu risiko keselamatan yang serius di dalam kabin.
Perangkat yang jatuh di antara kursi pesawat berpotensi tersangkut pada bagian mekanis kursi, terutama di area rel dan komponen pengatur sandaran.
Ketika kursi direbahkan atau digeser dalam kondisi ponsel masih terjepit, perangkat bisa mengalami tekanan yang cukup besar hingga merusak bodinya.
Bahaya utama bukan hanya layar pecah atau ponsel rusak, tetapi kondisi baterai lithium di dalamnya.
Jika baterai mengalami benturan atau tekanan, suhu perangkat bisa meningkat drastis dan berisiko memicu asap bahkan kebakaran.
CEO perusahaan konsultan penerbangan Safety Operating Systems, John Cox mengingatkan risiko tersebut.
“Perangkat elektronik yang rusak lebih rentan terhadap panas berlebih, jadi iPhone atau Android yang terjatuh lebih mungkin mengalami kejadian panas berlebih,” ujarnya.
Meskipun begitu, penumpang tidak disarankan mengambil ponsel sendiri. Langkah paling aman adalah segera memberi tahu awak kabin agar perangkat dapat diambil sesuai prosedur keselamatan.
Pihak maskapai juga menegaskan bahwa kru kabin telah dibekali pelatihan khusus terkait mekanisme kursi di berbagai tipe pesawat.
“Tata letak kursi dapat bervariasi antar pesawat, dan sebagai bagian dari pelatihan ini, pramugari diberi tahu tentang berbagai seluk-beluk operasional setiap kursi yang mungkin tidak disadari oleh pelanggan, dan dapat membantu pelanggan kami dengan aman jika ponsel mereka jatuh di antara kursi,” kata salah satu Perwakilan American Airlines.
Perkataan tersebut menegaskan bahwa awak kabin memahami struktur kursi secara detail, termasuk area yang rawan menjepit perangkat elektronik.
Dengan bantuan pramugari, risiko kerusakan baterai maupun cedera pada penumpang dapat diminimalkan.
Selain mencegah kebakaran, meminta bantuan kru juga penting untuk menghindari risiko tangan atau jari terjepit saat mencoba meraih ponsel di celah sempit.
Kasus baterai lithium yang terlalu panas memang menjadi perhatian serius dalam dunia penerbangan.
Inilah alasan mengapa power bank, rokok elektrik, dan perangkat elektronik berbaterai lainnya tidak diizinkan masuk ke bagasi tercatat dan harus dibawa di dalam kabin agar lebih mudah dipantau.
Bahkan, beberapa maskapai mulai memperketat aturan terhadap perangkat elektronik kecil lain seperti earbud Bluetooth karena kekhawatiran serupa terkait keselamatan kebakaran.
Oleh karena itu, jika HP terjatuh di sela kursi pesawat, jangan terburu-buru mengambilnya sendiri.
Melapor ke pramugari tetap menjadi langkah paling aman demi keselamatan penumpang dan seluruh penerbangan.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1