RADARLAMPUNG.CO.ID – Kelolosan Real Madrid ke babak selanjutnya Copa del Rey belum sepenuhnya menjadi jaminan keamanan bagi Xabi Alonso.
Kemenangan tipis atas Talavera de la Reina justru dinilai hanya menunda kekhawatiran yang lebih besar terkait arah proyek Los Blancos di bawah sang pelatih.
Meski secara hasil Madrid tetap melaju, performa tim kembali memantik tanda tanya.
Permainan yang belum stabil, rapuh di momen krusial, serta minimnya identitas taktik yang konsisten membuat posisi Alonso masih berada di bawah sorotan tajam internal klub.
Media Spanyol MARCA melaporkan bahwa jajaran direksi Real Madrid, salah satunya Florentino Perez belum sepenuhnya puas dengan perkembangan tim.
Manajemen disebut mempertanyakan apakah proyek yang dibangun Alonso benar-benar menunjukkan progres jangka panjang, bukan sekadar bertahan lewat kemenangan sempit.
Real Madrid memang mencatat hasil positif dalam beberapa laga terakhir, termasuk kemenangan atas Alavés di LaLiga dan Talavera di Copa del Rey.
Namun, dua kemenangan tersebut belum cukup menghapus bayang-bayang performa buruk sebelumnya, termasuk kekalahan beruntun dari Celta Vigo dan Manchester City.
Khusus laga melawan Talavera, Madrid sempat unggul nyaman sebelum akhirnya harus bertahan mati-matian hingga peluit akhir.
Situasi ini memperkuat penilaian bahwa secara struktur permainan, Madrid masih mudah goyah meski dihadapkan pada lawan di bawah level mereka.
Masalah utama yang menjadi perhatian dewan klub bukan semata hasil pertandingan.
Alonso dinilai belum berhasil menanamkan kerangka taktik dan identitas permainan yang jelas. Madrid kerap tampil bergantung pada kualitas individu, bukan sistem yang mapan.
Peningkatan performa individu pemain seperti Kylian Mbappé belum diiringi keseimbangan kolektif tim.
Madrid masih sering kehilangan kontrol permainan dan rentan saat intensitas menurun.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kemenangan tanpa fondasi kuat justru bisa menjadi jebakan jangka panjang.
Laga LaLiga melawan Sevilla dipandang sebagai ujian berikutnya bagi Alonso. Pertandingan tersebut disebut menjadi salah satu tolok ukur penting sebelum manajemen mengambil sikap lebih jauh.
Selain itu, ajang Spanish Super Cup juga diyakini berpotensi menjadi titik kritis.
Di lingkungan Real Madrid, trofi kerap menjadi pembenaran paling kuat atas sebuah proyek kepelatihan. Tanpa gelar, tekanan dipastikan meningkat.
Di tengah derasnya spekulasi, Xabi Alonso menegaskan bahwa dirinya masih mendapat dukungan penuh dari ruang ganti. Ia memilih bersikap tenang dan fokus pada perbaikan tim.
“Ya,” jawab Alonso singkat ketika ditanya apakah ia masih mendapat dukungan pemain.
Ia menambahkan bahwa tim tetap solid dan percaya diri menghadapi laga-laga besar ke depan. Alonso juga menyadari tuntutan besar yang melekat pada kursi pelatih Real Madrid.
“Melatih Real Madrid bukan soal mengubah budaya, tapi beradaptasi. Ini klub terbesar di dunia, Anda harus belajar, menyesuaikan diri, dan menghadapi prosesnya,” ujar Alonso.
Gelandang Aurélien Tchouaméni turut membela sang pelatih. Ia menilai hasil buruk yang dialami tim lebih banyak disebabkan performa pemain di lapangan.
“Di laga melawan Celta, pelatih sudah menyiapkan rencana yang bagus. Tapi kami para pemain yang berada di lapangan. Jika kami tidak bermain dengan intensitas maksimal, itu bukan kesalahan pelatih,” kata Tchouaméni.
Sikap serupa juga ditunjukkan kiper Andriy Lunin, yang menegaskan bahwa para pemain tidak meragukan Alonso dan memahami bahwa masa transisi membutuhkan waktu.
Terlepas dari dukungan pemain, fakta bahwa dewan klub mulai membahas opsi pelatih lain menunjukkan bahwa posisi Alonso masih jauh dari kata aman.
Nama-nama seperti Zinedine Zidane dan Álvaro Arbeloa disebut-sebut masuk dalam radar manajemen sebagai alternatif.
Bagi Xabi Alonso, setiap pertandingan kini bukan sekadar soal tiga poin atau tiket lolos, melainkan soal pembuktian.
Selama permainan Real Madrid belum mencerminkan arah dan karakter yang jelas, tekanan itu akan terus membayangi, meski hasil di papan skor tampak positif.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1