Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu, Kehangatan Keluarga Tak Dapat Digantikan dengan AI

gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Kamis, 22 Jan 2026 - 10:17 WIB
Poster Film Esok Tanpa Ibu.
Poster Film Esok Tanpa Ibu. - Foto: Instagram/@filmesoktanpaibu

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Film bergenre drama fantasi bertabur bintang yang bertajuk Esok Tanpa Ibu, mulai hadir dan bisa disaksikan di bioskop hari ini, Kamis, 22 Januari 2026.

Melalui unggahan terbaru akun Instagram official film ini, @filmesoktanpaibu, tiket untuk film Esok Tanpa Ibu telah tersedia di seluruh aplikasi pembelian tiket online.

“Film Esok Tanpa Ibu tayang HARI INI di seluruh bioskop Indonesia” tulis @filmesoktanpaibu dalam takarir unggahan tersebut.

Merujuk pada trailer yang dibagikan melalui akun Instagram tersebut, film ini mengangkat premis yang unik, yakni perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang digabungkan dengan ketergantungan emosional dan duka yang dirasakan oleh tokoh di dalamnya.

Advertisements

“Mungkin AI bisa mendengar kisah sedihmu, memberi kamu informasi baru, tapi ia tak bisa menggantikan hangatnya kehadiran Ibu. Semua butuh Ibu.”

Film ini seolah menegaskan dan menyebarkan kesadaran bahwa sehebat apapun kemajuan teknologi, tetap tidak akan bisa menggantikan hubungan emosional manusia yang tulus.

Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu

Dibintangi oleh Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, Dian Sastrowardoyo, dan Aisha Nurra, film ini mengisahkan hubungan seorang anak laki-laki bernama Rama dengan ayahnya yang renggang karena perbedaan pendapat yang tak sejalan.

Rama hanya dekat dengan sang ibu, namun suatu ketika, ibunya jatuh koma. Hal ini membuat Rama terpuruk dan kesulitan.

Advertisements

Dalam situasi tersebut, secara tak terduga, Rama menemukan sebuah AI ciptaan temannya yang bernama i-BU.

i-BU membantu Rama untuk bisa melihat wajah dan suara ibunya. Bahkan, Rama akhirnya menjadikan AI sebagai alat bantu untuk merangsang kerja otak ibunya. 

Disutradarai oleh Ho Wi Ding, film ini sebelumnya telah ditayangkan secara perdana dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada 3 Desember 2025 silam, dan kini hadir di seluruh bioskop di Indonesia.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements