RADARLAMPUNG.CO.ID – Aroma persaingan di tubuh FC Barcelona mulai terasa.
Di saat tim masih mengejar target di lapangan, klub juga bersiap memasuki fase penting di level manajemen.
Barcelona resmi menetapkan pemilihan presiden klub pada Minggu, 15 Maret 2026.
Keputusan itu diumumkan setelah rapat dewan direksi dan menjadi penanda dimulainya agenda besar klub pada musim ini.
Manajemen menyebut pengumuman resmi pemilu beserta kalender lengkap dan detail tahapan pemilihan akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.
Penetapan tanggal tersebut membuat dinamika internal klub kembali menghangat, mengingat pemilihan presiden kerap membawa perdebatan arah kebijakan dan prioritas klub.
Hari pemungutan suara dipasang bertepatan dengan akhir pekan pertandingan LaLiga Barcelona melawan Sevilla.
Momentum laga kandang itu dinilai dapat memudahkan para socios untuk hadir sekaligus menggunakan hak pilih.
Di sisi lain, pemilihan tanggal juga disebut mempertimbangkan aspek institusional dan aktivitas olahraga klub di tengah musim yang masih berjalan.
Joan Laporta disebut siap kembali maju untuk mempertahankan jabatan presiden.
Selain Laporta, beberapa nama penantang mulai mengemuka dalam bursa kandidat, di antaranya Víctor Font, Marc Ciria, dan Xavier atau Xavi Vilajoana.
Meski begitu, peta resmi kandidat belum final karena semua bakal calon masih harus melalui proses pencalonan sesuai aturan klub.
Tahap paling krusial bagi para penantang adalah mengumpulkan dukungan awal agar dapat terdaftar sebagai kandidat resmi.
Syarat pencalonan yang banyak dibicarakan adalah kebutuhan dukungan minimal 2.321 tanda tangan valid dari socios.
Angka dukungan tersebut kerap menjadi “gerbang awal” yang menentukan siapa yang benar-benar siap bertarung sampai hari pemilihan.
Setelah pemilu digelar, presiden terpilih tidak otomatis langsung bekerja pada hari yang sama, melainkan akan mulai menjalankan tugas secara resmi pada 1 Juli 2026.
Presiden terpilih nantinya akan memimpin selama lima tahun hingga 30 Juni 2031.
Dengan jadwal tersebut, pemilu 15 Maret 2026 tidak hanya soal memilih figur, tetapi juga menjadi penentu legitimasi dan arah kebijakan yang akan membentuk Barcelona dalam beberapa musim ke depan.