RADARLAMPUNG.CO.ID - Di era Gen Z, fashion bukan cuma soal mengikuti tren, tapi soal vibe, kenyamanan, dan personal style.
Apa yang dulu dianggap hits, sekarang bisa langsung dicap “jadul” kalau sudah tidak sejalan dengan estetika clean look, minimalist outfit, dan quiet luxury yang lagi mendominasi.
Banyak item fashion lawas kini makin jarang terlihat di street style, konten OOTD, hingga runway.
Bahkan, sebagian besar sudah “di-skip” Gen Z karena dianggap kurang relevan dan terlalu effort secara visual.
Ini dia enam tren fashion yang mulai ditinggalkan Gen Z dan sebaiknya nggak perlu dipaksakan comeback dalam waktu dekat.
1. Skinny Jeans
Skinny jeans kini dianggap terlalu ketat dan kurang chill.
Gen Z lebih memilih celana dengan potongan longgar seperti straight jeans, wide leg, atau baggy pants yang terasa lebih santai dan effortless.
Selain soal kenyamanan, siluet skinny jeans dinilai kurang memberi ruang eksplorasi styling dan terlihat terlalu “era lama”.
2. Chunky Shoes yang Terlalu Tebal
Sepatu super bulky ala dad shoes mulai kehilangan panggung. Tren sepatu Gen Z kini condong ke model yang lebih ramping seperti retro sneakers, samba-style shoes, atau low-profile trainers.
Chunky shoes dianggap terlalu berat secara visual dan kurang cocok dengan outfit clean yang lagi jadi favorit.
3. Cropped Flare Jeans Nanggung
Celana flare yang berhenti di betis makin jarang dipakai karena dianggap memotong proporsi tubuh.
Gen Z cenderung memilih celana full length yang flowy atau tailored agar terlihat lebih sleek dan modern.
Look “nanggung” kini justru dihindari karena bikin outfit terlihat kurang niat.
4. Ripped Jeans Berlebihan
Jeans dengan sobekan ekstrem sudah tidak lagi jadi simbol edgy.
Gen Z lebih condong ke denim clean, raw jeans, atau potongan simpel dengan detail minimal.
Sedikit distressed masih oke, tapi ripped jeans yang terlalu ramai sering dianggap bikin tampilan berantakan.
5. Logomania yang Terlalu Niat
Pamer logo besar kini bukan lagi flex.
Gen Z lebih tertarik pada desain simpel, kualitas bahan, dan potongan yang rapi dibanding branding mencolok.
Estetika quiet luxury dan “no logo look” membuat busana dengan logo besar terasa terlalu berisik secara visual.
6. Off-Shoulder Karet Ketat
Atasan off-shoulder dengan karet tebal yang dulu viral kini mulai ditinggalkan.
Selain kurang nyaman, model ini dianggap kurang relevan dengan tren top modern yang lebih structured atau draped.
Gen Z kini lebih memilih asymmetric top, square neckline, atau off-shoulder yang jatuh natural tanpa karet ketat.
Fashion Gen Z: Nyaman, Simpel, dan Relevan
Bagi Gen Z, gaya bukan soal ikut tren membabi buta. Outfit yang terasa nyaman, clean, dan sesuai karakter justru jadi kunci utama.
Tren boleh datang dan pergi, tapi personal style yang autentik selalu jadi statement paling kuat.
(*Peserta Magang Kemnaker Batch 1