RADARLAMPUNG.CO.ID - Kondisi kulit, rambut, dan selaput lendir yang mengalami depigmentasi atau hilangnya pigmen melanin disebut vitiligo.
Vitiligo ditandai dengan munculnya bercak berwarna putih susu pada bagian tubuh tersebut. Penyakit ini termasuk bersifat kronis, yakni berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, namun tidak menular.
Bercak putih yang muncul dapat menyebar atau meluas seiring berjalannya waktu. Meski begitu, vitiligo dapat dikelola dengan perawatan yang tepat.
Dilansir dari Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Kesehatan, vitiligo terbagi atas tujuh tipe, yakni:
- Vitiligo akrofasial yang umumnya terjadi pada kelompok dewasa dan muncul pada tangan, kaki, dan wajah.
- Vitiligo universal, termasuk bentuk vitiligo yang jarang terjadi dan dapat mengenai sebagian besar tubuh dengan luas permukaan tubuh lebih dari 80 persen.
- VItiligo mukosa yang mengenai mukosa oral dan genital.
- Vitiligo fokal berupa lesi kecil dan dapat berkembang lebih luas tanpa tanda klinis yang dapat memprediksi.
- Vitiligo segmental dengan karakteristik lesi berupa unilateral dan segmental.
- Vitiligo campuran, termasuk vitiligo yang jarang terjadi.
- Vitiligo stabil yang memiliki kriteria bahwa lesi bersifat stabil atau tidak berkembang dan bertambah luas selama dua tahun.
Gejala Vitiligo
Selain timbulnya bercak putih seperti susu, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit kulit ini adalah merasakan sedikit gatal pada area tersebut, dan melebarnya bercak yang timbul.
Melebarnya bercak tersebut bisa terjadi secara cepat, lambat, ataupun menetap. Pada beberapa kasus, repigmentasi spontan, yakni kembalinya warna kulit pada area yang terkena vitiligo dapat terjadi.
Penyebab Vitiligo
Penyebab pasti terjadinya vitiligo, hingga saat ini belum diketahui sepenuhnya, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya vitiligo, yakni:
- Memiliki keluarga dengan riwayat vitiligo.
- Mengidap penyakit autoimun lain.
- Mendapat paparan sinar matahari berlebih.
- Mengalami trauma pada kulit seperti goresan, gesekan, luka akibat benda tajam ataupun tumpul.
- Kehamilan.
- Stres emosional.
Penanganan Vitiligo
Pengobatan atau jenis obat-obatan yang bisa menyembuhkan vitiligo hingga kini belum ditemukan, namun ada berbagai metode untuk mengurangi bercak atau mengembalikan warna kulit. Beberapa pilihan metodenya adalah:
- Pemberian salep atau krim berjenis kortikosteroid, tacrolimus, atau hydroquinone, tergantung pada gejala yang muncul dan besaran area vitiligo.
- Terapi sinar UV atau fototerapi juga bisa dilakukan apabila vitiligo terus meluas dan tak menunjukkan kondisi yang membaik setelah penggunaan obat oles.
- Apabila fototerapi tidak efektif, prosedur bedah menjadi pilihan untuk menangani vitiligo. Metode bedah untuk vitiligo berupa cangkok kukit, blister grafting, hingga mikropigmentasi.
Pencegahan Vitiligo
Risiko vitiligo dapat ditekan meski penyebabnya belum diketahui secara pasti. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan tabir surya selama beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, penggunaan pelindung diri dari sinar matahari seperti topi, payung, atau jaket anti UV juga dapat mengurangi risiko. Kemudian menerapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan kaya antioksidan, dan minum air putih yang cukup juga bisa diterapkan.
Vitiligo bukanlah aib yang harus disembunyikan, sehingga pengidap penyakit ini tidak perlu merasa malu. Saat ini, campaign mencintai diri sendiri bagi penderita penyakit ini juga telah banyak dilakukan.
*)Yasmin Faicha/Peserta Magang Kemnaker Batch 1