BANDAR LAMPUNG- Kelangkaan minyak goreng subsidi program pemerintah, "Minyak Kita", di sejumlah pasar tradisional di Bandar Lampung akhirnya terjawab.
Dinas Pangan setempat mengungkapkan bahwa terbatasnya stok di pasaran dipicu oleh pengalihan distribusi untuk program bantuan pangan nasional.
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa saat ini stok 'Minyak Kita' tengah diserap secara besar-besaran untuk memenuhi paket bantuan pangan periode Februari–Maret yang akan didistribusikan pada awal Mei 2026.
"Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) nantinya akan mendapatkan paket berupa dua karung beras masing-masing 10 kg, ditambah 'Minyak Kita' sebanyak 4 liter. Karena fokus distribusi ke sana, maka stok di pasar memang menjadi terbatas," ujar Ichwan, Rabu 22 April 2026.
Ichwan memaparkan, lonjakan kebutuhan "Minyak Kita" untuk bantuan sosial tahun ini meningkat signifikan. Jika pada tahun 2025 jumlah penerima hanya sekitar 52 ribu keluarga, pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak menjadi 100.624 KPM.
"Artinya ada peningkatan hampir 100 persen. Cakupan penerima juga diperluas, jika sebelumnya hanya desil 1 sampai 3, sekarang hingga desil 5 dan 6 juga menerima bantuan ini," tambahnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan kekosongan stok sudah terjadi selama satu bulan terakhir. Di Pasar Gintung, para pedagang mengaku sudah lama tidak mendapatkan pasokan dari supplier maupun grosir.
Dodi, salah satu pedagang sembako, menyebutkan bahwa sebelum menghilang dari peredaran, harga "Minyak Kita" sempat melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Sudah satu bulan kosong. Sebelumnya kami jual di kisaran Rp21 ribu sampai Rp22 ribu per liter karena modal dari grosirnya juga sudah tinggi," jelas Dodi.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Ia menyebut pihak Perum Bulog sudah mulai melakukan penyaluran kembali secara bertahap untuk menjaga stabilitas harga.
"Hari ini Bulog sudah mulai menyalurkan stok ke beberapa titik, di antaranya Pasar Kangkung dan Pasar Tugu. Meski jumlahnya masih terbatas, ini diharapkan bisa meredam kelangkaan," kata Erwin.
Sembari menunggu distribusi kembali normal pasca penyaluran bantuan pangan selesai, pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan alternatif minyak goreng lain yang stoknya masih melimpah di pasaran.