RADARLAMPUNG.CO.ID - Peluang Kota Metro untuk menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga Kurash pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 semakin terbuka lebar.
Kabar tersebut menguat setelah tim KONI Pusat melakukan peninjauan dan menilai salah satu venue di Kota Metro telah memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Metro, Subehi, menyebut cabang olahraga Kurash menjadi yang paling berpeluang digelar di Kota Metro.
Hal itu disampaikan setelah proses survei awal yang dilakukan pihak terkait menunjukkan hasil positif terhadap kesiapan daerah.
"Untuk sementara, yang hampir bisa dipastikan adalah cabor Kurash," kata dia.
"Tim KONI Pusat juga sudah meninjau langsung dan menyatakan Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai memenuhi syarat sebagai venue pertandingan," sambungnya.
Meski demikian, kepastian tersebut tetap menunggu keputusan akhir dari KONI Pusat.
Selain cabang Kurash, lanjutnya, Pemkot Metro juga mengusulkan beberapa cabor lain yang dinilai berpeluang digelar di Bumi Sai Wawai.
Salah satunya adalah sepak bola wanita yang direncanakan menggunakan Stadion Tejosari sebagai venue.
Subehi menyampaikan stadion tersebut memiliki potensi menjanjikan dan telah dibahas bersama tim KONI Pusat dalam proses evaluasi awal.
Kemudian, pada cabang olahraga renang yang diusulkan digelar di Kolam Renang Tejosari, masih ada beberapa persyaratan teknis yang perlu dipenuhi.
Salah satu ketentuan utama adalah penambahan lintasan dari delapan menjadi sedikitnya sembilan lintasan agar sesuai standar penyelenggaraan.
"Pak Wali juga menyatakan kesiapannya jika fasilitas tersebut ditetapkan untuk digunakan. Artinya, perbaikan dan penyesuaian akan diupayakan," kata dia.
Terkait pembiayaan peningkatan fasilitas dan perawatan venue, Subehi menyampaikan pihaknya masih menantikan kepastian mekanisme pendanaan.
Ia menjelaskan sumber anggaran tersebut belum ditentukan, apakah berasal dari pemerintah daerah atau melalui dukungan pemerintah pusat.
Di lain pihak, peluang Kota Metro menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga PON XXIII 2032 dipandang membawa dampak lebih luas dari sekadar ajang pertandingan.
Jika terealisasi, momen ini diyakini dapat menjadi dorongan positif bagi berbagai sektor di daerah.
Tak hanya mengangkat nama daerah di kancah olahraga nasional, kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan penonton diperkirakan akan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi berpotensi mengalami peningkatan aktivitas.
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun mendapat ruang untuk berkembang melalui penjualan produk khas dan suvenir bertema PON.
Ia menambahkan, Disporaparekraf Kota Metro akan terus melakukan pembenahan dari sisi sarana dan prasarana serta pembinaan atlet daerah.
Dalam waktu dekat, persiapan juga difokuskan melalui ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebagai bagian dari tahapan seleksi menuju PON 2032.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan KONI daerah untuk mempersiapkan atlet dan memastikan kesiapan Metro jika dipercaya menjadi tuan rumah," pungkasnya.