RADARLAMPUNG.CO.ID - Peristiwa kebakaran nyaris menghanguskan seluruh bangunan kontrakan (bedeng) di Jalan Alimudin Umar, Gang Prucil, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis siang, 23 April 2026.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.38 WIB tersebut menimpa kamar bedeng milik Bapak Poniman yang saat itu dalam keadaan kosong ditinggal penghuninya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan menjelaskan, pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan personel dari pos terdekat.
"Kami menerima laporan pukul 11.38 WIB. Tim dari Pos Siaga Sukabumi tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit (response time)," jelas Anthoni, Kamis, 23 April 2026.
Lebih lanjut, Anthoni menyampaikan, saat proses pemadaman, total ada dua unit mobil pemadam dan tujuh personel yang dikerahkan ke lokasi.
"Proses pendataan dan pengecekan oleh Tim Pleton B Disdamkarmat Bandar Lampung dinyatakan selesai pada pukul 12.30 WIB," kata Anthoni.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, lanjut Anthoni, Hadi Sumarlin (46), api diduga berasal dari korsleting listrik pada terminal kabel yang terhubung dengan kipas angin.
Percikan api tersebut jatuh tepat di atas kasur springbed sehingga api dengan cepat membesar dan membakar isi kamar berukuran 2,5 x 5 meter tersebut.
"Menurut keterangan saksi, api berawal dari korsleting terminal listrik kipas angin yang menyambar kasur. Namun, penyelidikan lebih lanjut akan ditangani pihak berwajib," tambahnya.
Beruntung, api tidak merambat ke bangunan lain karena kesigapan warga setempat yang langsung bahu-membahu memadamkan api sebelum armada pemadam tiba di lokasi.
"Saat personel tiba, api sudah berhasil dipadamkan warga. Petugas kami melakukan pengecekan dan pendataan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan api tidak muncul kembali," jelas Anthoni.
Meski tidak ada korban jiwa, penyewa bedeng, yakni keluarga Azhari Mudrik (21), harus merelakan barang-barang berharganya hangus dilalap si jago merah.
Sejumlah aset seperti kipas angin, kasur springbed, magicom, hingga lemari dan pakaian ludes terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
Sementara itu, bagi pemilik kontrakan, kerusakan bangunan meliputi kusen, atap asbes, dan rangka kayu atap ditaksir mencapai Rp5 juta.
"Total kerugian materiil secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp8 juta. Kami kembali mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong," pungkasnya.