SAIC Motor Percepat Era Baru EV Lewat Baterai Solid-State Generasi Terbaru

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Rabu, 03 Des 2025 - 11:20 WIB
SAIC Motor tengah menyiapkan baterai solid-state generasi baru yang menawarkan kepadatan energi lebih besar dan keamanan lebih tinggi, dengan target produksi massal pada 2027.
SAIC Motor tengah menyiapkan baterai solid-state generasi baru yang menawarkan kepadatan energi lebih besar dan keamanan lebih tinggi, dengan target produksi massal pada 2027. - instagram.com/@carharuofficial

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Transformasi teknologi kendaraan listrik global memasuki babak baru. Raksasa otomotif asal China, SAIC Motor, mengumumkan perkembangan signifikan dalam proyek baterai all-solid-state, teknologi yang selama ini dianggap sebagai “generasi berikutnya” setelah lithium-ion konvensional.

Perusahaan menyebutkan bahwa lini produksi solid-state milik mitra pengembangnya, Qingtao Power, di Anting, China, telah memasuki tahap full-line commissioning. Fase ini menandai kesiapan seluruh jalur produksi setelah melewati serangkaian uji internal, sekaligus membuka jalan bagi proses produksi sel baterai dalam skala terbatas.

Menurut rencana, sel baterai sampel dari jalur tersebut mulai diproduksi pada akhir 2025, sebelum diuji pada kendaraan prototipe di tahun berikutnya. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pengiriman komersial massal dijadwalkan berlangsung pada 2027, menjadikan SAIC salah satu kandidat kuat pionir baterai solid-state di industri otomotif.

Baterai solid-state dipandang sebagai lompatan besar teknologi energi kendaraan listrik. Alih-alih menggunakan elektrolit cair, baterai ini memakai material padat yang secara teori lebih stabil, lebih aman, dan mampu menyimpan energi dalam jumlah lebih besar.

Advertisements

SAIC telah menyampaikan target performa generasi barunya: kepadatan energi jauh lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion saat ini, kapasitas sel tunggal yang lebih besar, dan efisiensi penggunaan daya yang lebih stabil.

Data verifikasi internal menunjukkan hasil yang mencolok. Sel baterai solid-state yang dikembangkan berhasil melewati uji penetrasi paku tanpa mengalami kebakaran atau ledakan. Bahkan ketika dipaparkan pada suhu ekstrem 200 derajat Celsius, sel tersebut tetap stabil—kemampuan yang menjadi salah satu parameter keselamatan paling sulit dicapai oleh baterai konvensional.

Pada pengujian suhu rendah, kapasitas baterai masih bertahan lebih dari 90 persen, sebuah pencapaian penting karena banyak baterai EV menghadapi penurunan performa drastis ketika dipakai di iklim dingin.

SAIC menekankan bahwa keberhasilan ini bukan datang dalam waktu singkat. Mereka telah berinvestasi dalam riset solid-state bersama Qingtao Energy selama bertahun-tahun, termasuk membangun laboratorium bersama dan mengembangkan jalur industrialisasi dari nol.

Advertisements

Namun demikian, analis industri menilai bahwa perjalanan menuju komersialisasi penuh masih panjang. Tantangan terbesar adalah memastikan produksi baterai solid-state konsisten dalam volume besar, serta menekan biaya agar dapat bersaing dengan teknologi baterai existing. Kepastian rantai pasokan, kemampuan daur ulang, serta ketahanan baterai dalam penggunaan harian juga menjadi faktor penentu kesiapan teknologi ini memasuki pasar massal.

Hingga kini, SAIC belum merinci harga produk maupun strategi pemasarannya.

SAIC bukan satu-satunya perusahaan yang berlomba memasukkan baterai solid-state ke pasar komersial. GAC Group dilaporkan telah mengoperasikan lini produksi solid-state berkapasitas besar dan menargetkan produksi massal pada 2027–2030. Chery juga ikut dalam persaingan, setelah memperkenalkan modul solid-state berkepadatan energi tinggi yang siap diuji pada kendaraan percobaan mulai 2026.

Di sisi lain, Sunwoda, produsen baterai yang bermitra dengan Li Auto, tengah mengembangkan sistem solid-state untuk skala komersialisasi lebih besar. Bahkan raksasa produsen baterai terbesar dunia seperti CATL menyebutkan bahwa produksi massal solid-state dalam skala besar secara komersial kemungkinan baru tercapai sekitar 2030, meskipun pengembangan intensif sedang berlangsung.

Advertisements

Persaingan industri ini menempatkan tahun 2027 sebagai titik krusial transisi teknologi baterai, terutama untuk pasar China yang kini menjadi pusat inovasi kendaraan listrik dunia.

Langkah Besar Menuju Mobil Listrik Lebih Aman dan Jarak Tempuh Lebih Jauh

Jika SAIC berhasil memenuhi jadwalnya, perusahaan ini berpotensi menjadi salah satu pionir global dalam komersialisasi baterai solid-state. Teknologi tersebut diharapkan membawa sejumlah keuntungan besar, antara lain:

  • Jarak tempuh lebih panjang berkat kepadatan energi tinggi
  • Risiko kebakaran jauh lebih rendah
  • Pengisian lebih cepat dan stabil
  • Kinerja lebih optimal pada suhu ekstrem

Inovasi ini bisa menjadi dasar lahirnya generasi baru mobil listrik yang lebih efisien, lebih aman, dan lebih ramah lingkungan.

*) Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements