Cuaca Buruk di Tulang Bawang, Perahu Terbalik dan Satu Lansia Tewas Tenggelam

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Minggu, 10 Mei 2026 - 11:02 WIB
Cuaca Buruk di Tulang Bawang, Perahu Terbalik dan Satu Lansia Tewas Tenggelam.
Cuaca Buruk di Tulang Bawang, Perahu Terbalik dan Satu Lansia Tewas Tenggelam. - Foto. Basarnas Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

TULANG BAWANG- Cuaca buruk kembali memicu kecelakaan air di wilayah Kabupaten Tulang Bawang.

Seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Jumadi (75) ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di perairan Sungai Gedung Meneng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab utama insiden maut tersebut adalah faktor cuaca ekstrem. 

Peristiwa yang terjadi pada Jumat sore, 8 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB itu dipicu oleh angin kencang yang menghantam perahu saat korban sedang menyeberangi sungai.

Advertisements

Saat kejadian, korban tidak sendirian. Ia bersama dua rekannya, Bambang Suhendi (55) dan Paidi (51), hendak menyeberangi perairan Sungai Gedung Meneng menggunakan perahu.

Namun, di tengah perjalanan, cuaca tiba-tiba memburuk. Angin kencang yang datang seketika membuat kondisi perairan bergejolak hingga menyebabkan perahu hilang kendali dan terbalik. Seluruh penumpang pun langsung tercebur ke dalam sungai.

Dua rekan korban, Bambang dan Paidi, berhasil menyelamatkan diri dari maut.

Namun nahas bagi Jumadi, faktor usia dan arus sungai yang kuat membuatnya hilang terbawa arus sebelum sempat menyelamatkan diri.

Advertisements

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, melalui Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri, mengonfirmasi bahwa tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi tak lama setelah menerima laporan.

Pencarian yang berlangsung selama dua hari tersebut sempat mengalami kendala teknis akibat kondisi di lapangan yang tidak mendukung, mulai dari hujan deras, akses jalan menuju lokasi yang rusak, hingga minimnya sinyal komunikasi.

"Korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026, sekitar pukul 02.45 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian," kata Zian Fajri.

Pasca ditemukannya jasad korban, operasi SAR resmi dihentikan dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Advertisements

Basarnas Lampung kembali memberikan peringatan keras kepada warga yang sering beraktivitas di perairan.

Mengingat cuaca yang sering tidak menentu, warga diminta untuk selalu memantau peringatan cuaca sebelum turun ke sungai atau laut.

Memastikan alat keselamatan seperti pelampung tersedia di atas perahu.

Serta, menghindari aktivitas penyeberangan jika angin kencang mulai terjadi.

Advertisements

"Kami imbau masyarakat lebih waspada dan memastikan penggunaan alat keselamatan guna meminimalisasi risiko kecelakaan air di kemudian hari," tutupnya.

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements