BANDAR LAMPUNG– Harga komoditas perak menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.
Baik di pasar domestik Indonesia maupun pasar spot internasional, perak ini mencatatkan kenaikan signifikan yang didorong oleh tingginya permintaan industri hijau.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga spot perak dunia hari ini bertengger di kisaran USD 86,95 per troy ounce, atau menguat sekitar 1,17 persen dari penutupan sebelumnya.
Jika dikonversikan ke mata uang Rupiah, harga internasional ini setara dengan Rp1.510.548 per troy ounce.
Di pasar dalam negeri, lonjakan harga perak terasa cukup tajam.
Harga perak Antam (pecahan 500 gram) kini dipatok sekitar Rp27.900.000, atau setara dengan Rp55.800 per gram (sebelum PPN).
Sementara itu, untuk harga perak murni dasar di pasar domestik berada di kisaran Rp48.444 hingga Rp48.565 per gram.
Bagi masyarakat yang ingin menjual kembali koleksinya, harga buyback di sejumlah gerai perhiasan terpantau cukup tinggi, yakni di angka Rp62.000 per gram.
Di berbagai platform marketplace, harga perak batangan 1 kilogram dibanderol mulai dari Rp67,7 juta hingga Rp70,3 juta.
Sedangkan untuk perhiasan seperti cincin perak S925, harga pasar saat ini berada di rentang Rp609.000 hingga Rp689.000.
Kenaikan harga perak ini tidak lepas dari defisit pasokan fisik secara global.
Perak menjadi komoditas krusial dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, terutama untuk kebutuhan panel surya dan komponen kendaraan listrik (EV).
Pengetatan pasokan dan tingginya kebutuhan industri menjaga tren jangka panjang perak tetap berada di jalur hijau.
Bagaimana dengan perdagangan besok?
Prediksi Harga perak besok Rabu, 13 Mei 2026 masih akan mengalami tren penguatan tipis.
Meski sempat dibayangi tekanan penguatan Dolar AS, perak diproyeksikan akan stabil di kisaran rata-rata USD 82,2 per ons menurut model teknikal.
Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada.
Sifat perak yang sangat volatil membuat harga rentan bergejolak, terutama menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat dan perkembangan situasi geopolitik di Selat Hormuz.
Lembaga keuangan global seperti J.P. Morgan dan UBS memprediksi harga perak akan terus menguji level psikologis tinggi sepanjang kuartal kedua tahun 2026 ini.