Pakar Teknik Sistem Energi Itera Rishal Asri Bakal Paparkan Model Penyimpanan Energi di China

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Kamis, 06 Agt 2026 - 14:56 WIB
Pakar Teknik Sistem Energi Itera Rishal Asri Bakal Paparkan Model Penyimpanan Energi di China.
Pakar Teknik Sistem Energi Itera Rishal Asri Bakal Paparkan Model Penyimpanan Energi di China. - Foto Dok.Pribadi

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID- Kepakaran dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali mendapat pengakuan di kancah internasional. 

Dosen dan peneliti Program Studi Teknik Sistem Energi, Fakultas Teknologi Industri Itera, Rishal Asri, S.T., M.Eng., Ph.D., diundang sebagai pembicara dalam Seminar on APEC Technology Empowers Low Carbon Action (TELCA): Roadmaps, Accessibility and Partnership.

Forum internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–4 September 2026 mendatang di Longhua International Cooperation Center, Shenzhen, China.

Undangan kehormatan ini disampaikan langsung oleh Dr. Jieni Guo, Sekretaris Jenderal Beijing International Exchange Association (BIEA) selaku Project Overseer kegiatan.

Advertisements

Seminar ini merupakan bagian dari proyek APEC TELCA yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi rendah karbon di negara-negara anggota APEC melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, industri, dan sektor swasta.

Dalam forum bergengsi tersebut, Rishal akan mempresentasikan hasil risetnya mengenai transisi energi berkeadilan di Indonesia melalui paparan bertajuk “Advancing a Just Transition: Sharing Costs and Benefits in Low-Carbon Policies”.

Ia menjelaskan, materi yang akan disampaikan mengangkat model pengembangan sistem penyimpanan energi bersama (shared energy storage) di kawasan kepulauan dengan pendekatan sosial.

“Saya akan memaparkan model pengembangan sistem penyimpanan energi bersama di beberapa wilayah kepulauan yang dikembangkan dengan pendekatan sosial. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan transisi energi yang berkeadilan dan dapat direplikasi di wilayah lain,” ujar Rishal, Kamis (6/8).

Advertisements

Selain memaparkan risetnya, sesi yang diikuti Rishal juga akan membahas berbagai isu strategis global. Di antaranya mencakup mekanisme kerja sama internasional, instrumen kebijakan untuk melindungi kelompok rentan selama proses transisi energi, serta upaya menyeimbangkan biaya jangka pendek dengan manfaat jangka panjang dalam implementasi kebijakan rendah karbon.

Seminar di Shenzhen ini akan menghadirkan para pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara anggota APEC. Ajang ini dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik (best practices), hasil riset terkini, serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi rendah karbon di kawasan Asia-Pasifik.

Rishal menilai, keikutsertaannya dalam forum tersebut menjadi bukti nyata kontribusi dosen Itera dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. 

Sekaligus, momentum ini dinilai mampu memperkuat peran institusi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Advertisements

 

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements