Intip Kemeriahan Layar Sumatera di Kebun Raya ITERA, Wadah Sineas Lokal Tembus Kancah Nasional

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Senin, 13 Jul 2026 - 13:08 WIB
Intip Kemeriahan Layar Sumatera di Kebun Raya Itera, Wadah Sineas Lokal Tembus Kancah Nasional.
Intip Kemeriahan Layar Sumatera di Kebun Raya Itera, Wadah Sineas Lokal Tembus Kancah Nasional. - Foto IST For Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID- Program Layar Sumatera kembali sukses mencuri perhatian dan menjadi salah satu agenda unggulan dalam gelaran Tanah Lado International Film Festival (TLIFF) 2026. 

Agenda bergengsi ini berlangsung meriah pada Sabtu, 11 Juli 2026, dengan mengambil latar tempat yang eksotis di Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Dalam edisi kali ini, Layar Sumatera menyuguhkan deretan karya sinematik apik dari berbagai pelosok pulau Sumatera. 

Film-film yang diputar berhasil memotret dengan apik keberagaman budaya, kekuatan identitas lokal, hingga realitas sosial yang tengah berkembang di tengah masyarakat

Advertisements

Melalui program ini, Tanah Lado International Film Festival berkomitmen menyediakan panggung strategis bagi cerita-cerita lokal agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas. 

Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata dalam memperkuat posisi dan taji perfilman regional di dalam lanskap sinema nasional.

Tak sekadar menonton bersama, atmosfer festival semakin hidup saat memasuki sesi diskusi pasca pemutaran. 

Menghadirkan para narasumber berkompeten, forum ini mengupas tuntas proses kreatif di balik layar, lika-liku dan tantangan produksi, hingga geliat positif perkembangan film daerah yang saat ini terus menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan.

Advertisements

Festival Director TLIFF 2026, P.G. Wisnu Wijaya, S.Ds., M.Ds., menegaskan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki daerah adalah modal utama yang mampu melahirkan perspektif baru dan segar bagi industri perfilman Indonesia.

Menurut Wisnu, film bukan sekadar media hiburan, melainkan sebuah jembatan yang ampuh untuk mempertemukan ragam pengalaman sosial dan budaya yang berbeda.

"Melalui medium film, kita bisa memperkaya cara pandang masyarakat terhadap luasnya keberagaman yang dimiliki Indonesia," ungkap Wisnu.

Ia menambahkan, lewat program Layar Sumatera ini, pihak festival ingin memperluas ruang apresiasi terhadap karya-karya sineas lokal. 

Advertisements

Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk membangun dan mematangkan jejaring komunikasi antar-komunitas film serta para film maker di seluruh wilayah Sumatera.

Untuk diketahui, kemeriahan Tanah Lado International Film Festival 2026 sendiri bergulir selama tiga hari penuh. 

Selain memanjakan pencinta sinema lewat Layar Sumatera, festival ini juga dijejali berbagai program edukatif dan apresiatif lainnya. 

Mulai dari Lado Cinema Camp, Workshop Editing, Special Screening, malam penganugerahan (Awarding), hingga forum diskusi interaktif bersama para pakar di berbagai bidang. 

Advertisements

 

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements