RADARLAMPUNG.CO.ID – Tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lampung menyatakan kesiapan penuh sebagai pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dimulai serentak pada Selasa, 21 April 2026.
Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari fasilitas teknis, pengamanan ketat, hingga layanan makanan gratis bagi calon mahasiswa.
Universitas Lampung (Unila) menyiapkan daya tampung SNBT sekitar 5.000 kursi pada tahun ini.
Humas PMB Unila, Dr. Muhamad Komarudin, S.T., M.T., menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan panitia pusat telah dilakukan.
“Tahun ini, Unila menyiapkan daya tampung SNBT sekitar 5.000 kursi dari total 15.744 peserta,” kata Komarudin.
“Pelaksanaan UTBK dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari,” lanjutnya.
Untuk menjamin kelancaran, Unila memperkuat sistem IT dan menyediakan Uninterruptible Power Supply (UPS) di setiap perangkat komputer.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan listrik selama pelaksanaan ujian.
“Sebagai pelaksana, kami berupaya semaksimal mungkin agar UTBK berjalan lancar,” ujar Komarudin.
“Dengan begitu, UTBK dapat menghasilkan generasi unggul,” tambahnya.
Unila juga memberikan perhatian khusus bagi peserta disabilitas, seperti tunarungu dan tunadaksa.
Peserta disabilitas ditempatkan di lokasi ujian yang aksesibel.
Institut Teknologi Sumatera (Itera) juga menyatakan kesiapan penuh sebagai penyelenggara UTBK.
Sebanyak 8.317 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di Kampus Itera.
Pelaksanaan ujian di Itera terbagi dalam dua gelombang, mulai 21 April 2026.
Kepala Pusat PMB Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., menyebutkan pihaknya menyiagakan 831 komputer utama.
Itera juga menyiapkan 90 komputer cadangan yang tersebar di 24 ruang ujian.
Selain kesiapan teknis, Itera menghadirkan inovasi berupa penyediaan makanan gratis bagi peserta yang datang lebih awal.
“Kami ingin memastikan peserta dapat mengikuti ujian dengan kondisi lebih siap dan nyaman,” kata Abdul Rajak.
“Termasuk menyediakan makanan ringan melalui dukungan sponsor,” lanjutnya.
Sementara itu, UIN Raden Intan Lampung mencatat 231 peserta memilih empat program studi di Fakultas Sains dan Teknologi.
Jumlah tersebut berasal dari jalur SNBT tahun ini.
Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL, Novrizal Fahmi, menegaskan bahwa integritas ujian menjadi prioritas utama.
Pihaknya telah menyiapkan sistem pengawasan berlapis untuk menutup celah kecurangan.
Pengawasan ini juga mencakup pencegahan praktik perjokian.
Agar tidak dianulir saat pelaksanaan, peserta wajib memperhatikan beberapa ketentuan.
Peserta wajib membawa kartu tanda peserta ujian dan identitas diri, seperti KTP atau SIM.
Peserta juga harus membawa fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi bagi lulusan 2024 dan 2025.
Bagi lulusan 2026, peserta wajib membawa Surat Keterangan Kelas XII.
Peserta dilarang mengenakan kaos oblong (T-shirt) dan celana jeans saat ujian.
Kemudian peserta wajib menggunakan sepatu selama mengikuti ujian.
Peserta juga wajib hadir paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.
Di mana, peserta yang terlambat dengan alasan apa pun tidak diperkenankan masuk ruang ujian.
Peserta disarankan melakukan survei lokasi pada H-1 sebelum ujian.
Langkah ini bertujuan untuk menghindari salah gedung atau terjebak kemacetan.