LAMPUNG SELATAN- Institut Teknologi Sumatera (Itera) tengah bersiap merealisasikan proyek strategis bertajuk Kawasan Kolaborasi Itera (KKI).
Proyek KKI di Itera ini dirancang sebagai kawasan komersial berkonsep superblok terpadu yang bertujuan untuk mendukung kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan institusi secara mandiri.
Rencana besar tersebut dipaparkan dalam kegiatan Investor Gathering Kawasan Komersil Itera bertema "Sinergi Inovasi Berdampak, Untuk Kemajuan Bersama" yang digelar di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Selasa, 14 Juli 2026.
Ketua Tim Pengembangan Kawasan Komersial Itera, M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D., menjelaskan bahwa penyusunan master plan kawasan ini sengaja didesain untuk membuka ruang sinergi yang luas antara sektor akademis, pemerintah, dan badan usaha swasta.
"Kami menyebutnya Kawasan Kolaborasi Itera agar kita bisa berkolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan perguruan tinggi. Melalui proyek ini, kami ingin generate income yang pada dasarnya nanti akan kembali untuk mendukung Tridharma Itera dan kebutuhan mahasiswa, sehingga mereka bisa mengaktualisasikan diri dengan berbagai fasilitas baru," ujar Bobby.
Dalam perencanaannya, KKI akan dikembangkan menjadi area multifunction layaknya superblok modern. Di area ini, rencananya akan dibangun berbagai infrastruktur komersial mulai dari hotel, gedung pertemuan (auditorium), hingga pusat gaya hidup (lifestyle center) seperti plaza atau mal.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, Itera telah menyiapkan lahan strategis dengan total luas mencapai 42 hektar yang terbagi ke dalam dua zona utama.
"Total lahan sekitar 42 hektar yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu lahan seluas 18 hektar dan 24 hektar. Lokasinya berada di wilayah utara Itera. Jika kita datang dari arah Kota Bandar Lampung, lokasinya berada di sebelah kiri jalan, dan di sisi kanan setelah melewati gerbang utama Itera," papar Bobby.
Guna mempercepat realisasi megaproyek ini, Itera membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor dan pelaku usaha yang tertarik menanamkan modal. Bobby menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan kemudahan proses investasi, termasuk dalam menjembatani urusan birokrasi dan perizinan.
"Bagi investor yang tertarik, dapat langsung menghubungi Tim Kawasan Kolaborasi Itera. Kami akan memfasilitasi proses diskusi hingga penyusunan proposal rencana pembangunan. Kami juga siap membantu proses perizinan dengan menghubungkan pihak investor ke skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait di daerah," jelasnya.
Dukungan penuh terhadap proyek ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Menyampaikan sambutan mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Drs. Samsurijal, M.M., mengapresiasi langkah Itera. "Alokasi kawasan komersial ini diharapkan akan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta hadir untuk memberikan nilai tambah yang besar bagi pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan," kata Samsurijal.
Selain sesi diskusi dan pemaparan proyek (master plan), agenda Investor Gathering ini juga diisi dengan prosesi penandatanganan Pakta Integritas KKI antara pihak Itera, Pemprov Lampung, serta para calon investor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPD HIPMI Lampung Gilang Ramadan, Kepala Biro Akademik Perencanaan dan Umum Itera Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si., beserta jajaran pengusaha dan calon investor potensial lainnya.