RADARLAMPUNG.CO.ID - Pasar smartphone Indonesia kembali menunjukkan denyut persaingan yang kencang, khususnya di segmen harga Rp 1 hingga 3 jutaan.
Kelas ini menjadi medan tempur utama para produsen, mengingat mayoritas konsumen Tanah Air sangat memperhitungkan keseimbangan antara harga, performa, dan fitur.
Belakangan, Realme dan Vivo kembali meramaikan segmen entry hingga mid-range dengan menghadirkan beberapa model terbaru.
Masing-masing membawa pendekatan berbeda, mulai dari baterai berkapasitas jumbo, layar dengan refresh rate tinggi, hingga ketahanan fisik yang dirancang untuk penggunaan ekstrem.
Peluncuran ponsel-ponsel baru ini menegaskan bahwa inovasi di kelas terjangkau tidak lagi setengah hati.
Spesifikasi yang dulu hanya hadir di kelas atas kini mulai turun ke harga yang lebih ramah kantong.
Realme P3 Lite 4G, Baterai Besar Tanpa Bodi Tebal
Realme membuka persaingan lewat Realme P3 Lite 4G, sebuah ponsel entry-level yang menonjolkan kapasitas baterai sangat besar di kelasnya.
Dengan baterai 6.300 mAh dan ketebalan hanya 7,79 mm, perangkat ini menawarkan daya tahan panjang tanpa mengorbankan kenyamanan saat digenggam.
Di sektor layar, Realme P3 Lite membawa panel IPS LCD 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan hingga 725 nits.
Kombinasi ini terbilang jarang ditemui di segmen harga Rp 1 jutaan, terutama untuk pengguna yang menginginkan tampilan lebih mulus saat scrolling maupun menonton video.
Urusan kamera, ponsel ini dibekali kamera utama 50 MP lengkap dengan Ring LED dan LED Flash, serta kamera depan 5 MP untuk kebutuhan swafoto sederhana.
Performanya ditopang chipset Unisoc T7250, dipadukan RAM 4 GB dan memori internal 128 GB, cukup untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming, dan aplikasi perpesanan.
Fitur tambahan seperti NFC 360 derajat, sertifikasi IP54, serta dukungan AI termasuk Google Gemini dan Circle to Search semakin memperkaya nilai jualnya.
Realme P3 Lite tersedia dalam pilihan warna Pine Green dan Cloud White.
Realme C85, Layar 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh
Naik satu tingkat, Realme C85 hadir untuk pengguna yang menginginkan performa dan layar lebih agresif.
Smartphone ini mengusung layar IPS berukuran 6,8 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate hingga 144 Hz, serta tingkat kecerahan puncak mencapai 1.200 nits.
Meski belum menggunakan panel AMOLED seperti versi Pro, kualitas layar Realme C85 tetap menjadi salah satu daya tarik utama di kelas Rp 2 jutaan.
Untuk dapur pacu, Realme mempercayakan chipset Snapdragon 685 fabrikasi 6 nm, dengan opsi RAM dan penyimpanan hingga 8 GB/256 GB.
Sektor kamera dibekali sensor utama 50 MP dan kamera depan 8 MP, didukung berbagai fitur fotografi berbasis AI.
Sementara itu, baterai berkapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya, dilengkapi teknologi fast charging 45 watt.
Realme C85 sudah menjalankan Android 15 dengan antarmuka Realme UI 6.0, lengkap dengan integrasi Google Gemini, NFC, serta pilihan warna yang cukup beragam.
Perangkat ini diposisikan sebagai alternatif menarik di segmen mid-range terjangkau.
Vivo Y21d, Fokus Ketahanan untuk Aktivitas Ekstrem
Berbeda dengan Realme yang menonjolkan baterai dan layar, Vivo memilih jalur lain melalui peluncuran Vivo Y21d
Smartphone ini disiapkan sebagai ponsel tangguh di kelas harga Rp 2 jutaan, menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi dan lingkungan kerja yang menantang.
Vivo Y21d telah mengantongi sertifikasi ketahanan IP68, IP69, dan IP69+, serta standar ketahanan militer.
Artinya, perangkat ini dirancang untuk bertahan dari air, debu, semprotan bertekanan tinggi, hingga benturan.
Meski detail spesifikasi teknis lainnya masih menunggu pengumuman resmi, kehadiran Vivo Y21d menjadi sinyal bahwa pasar ponsel tangguh di kelas menengah mulai dilirik serius oleh vendor besar.
Segmen ini sebelumnya relatif sepi, terutama dibandingkan ponsel flagship atau ponsel lipat yang justru masih terbatas jumlah pemainnya di Indonesia.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1