RADARLAMPUNG.CO.ID - Manchester United resmi memecat Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026, mengakhiri masa tugas pelatih asal Portugal itu setelah sekitar 14 bulan memimpin tim.
Keputusan tersebut diumumkan saat United berada di peringkat keenam Premier League dan klub menilai perubahan dibutuhkan agar tim memiliki peluang terbaik meraih posisi akhir tertinggi di liga musim ini.
Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan keputusan diambil dengan berat hati demi membuka peluang terbesar untuk mencapai target akhir musim.
Klub juga menyampaikan apresiasi serta mendoakan Amorim sukses pada karier selanjutnya.
Pemecatan ini semakin menjadi sorotan karena United merekrut Amorim dengan biaya besar.
Klub disebut membayar sekitar £10 juta untuk melepas Amorim dari klub sebelumnya.
Selain itu, langkah United mengganti pelatih sebelumnya tak lama setelah kontrak baru juga disebut menimbulkan beban kompensasi besar yang memperlihatkan perubahan di kursi pelatih sudah menjadi keputusan mahal dalam beberapa musim terakhir.
Namun, investasi itu belum menghasilkan konsistensi performa yang diharapkan.
Pada musim lalu, United mencatat peringkat 15 yang disebut sebagai salah satu capaian liga terburuk klub dalam beberapa dekade, meski sempat melaju hingga final Liga Europa.
Di final tersebut, United kalah dari Tottenham, sehingga gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk musim ini.
Memasuki musim berjalan, posisi United kini masih berada dalam perebutan zona Liga Champions, tetapi jarak poin dengan pemuncak klasemen sudah cukup jauh dan persaingan di papan atas sangat ketat.
Keputusan pemecatan disebut datang setelah tensi meningkat menyusul hasil imbang di kandang Leeds United.
Setelah pertandingan itu, Amorim mengeluarkan pernyataan tegas yang menggambarkan kekecewaannya terhadap arah klub, terutama soal kebijakan transfer dan kewenangan teknis.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United—bukan sekadar pelatih,” ucap Amorim setelah laga melawan Leeds United.
“Saya tidak akan mundur. Saya akan tetap bekerja sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya.” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperjelas adanya ketegangan internal, terutama menyangkut pembagian peran antara staf pelatih dan bagian rekrutmen.
Di balik pemecatan ini, salah satu isu terbesar yang mencuat adalah perebutan pengaruh dalam kebijakan transfer.
Amorim merasa klub semula siap mendukung kebutuhan tim pada bursa Januari jika ada peluang mendatangkan pemain kunci.
Namun dalam beberapa hari terakhir, muncul pernyataan yang justru menggambarkan tidak adanya rencana perubahan skuad.
Ketegangan juga disebut terjadi dengan jajaran pengambil keputusan sepak bola, yang menjadi pintu utama dalam menentukan arah transfer serta struktur tim.
Klub dikabarkan berhati-hati untuk menyetujui target-target yang dipilih Amorim karena pemain yang cocok dengan sistem 3-4-3 mungkin tidak relevan jika pelatih berikutnya membawa filosofi berbeda.
Sementara dari sisi klub, penilaian internal menilai Amorim tidak menunjukkan perkembangan taktik yang cukup cepat, serta dianggap kurang beradaptasi ketika performa menurun.
Ada pula kritik bahwa pendekatan permainan terlalu reaktif, ditambah beberapa komentar yang dianggap kurang tepat terhadap pemain senior maupun akademi.
Klub juga disebut berpendapat bahwa Amorim sudah mendapat dukungan finansial yang sangat besar.
Dalam periode kepelatihannya, United disebut mengeluarkan belanja sekitar £250 juta, termasuk perekrutan beberapa pemain menyerang pada jendela musim panas.
Namun belanja itu belum menghasilkan kebangkitan performa yang stabil di lapangan.
Walau sempat ada perbaikan posisi dari papan bawah menuju peringkat enam, hasil-hasil buruk tetap berulang dan klub akhirnya memutuskan perubahan tidak bisa ditunda.
Pemecatan Amorim juga memperpanjang tantangan kepemimpinan baru klub.
Sejak perubahan struktur olahraga dan masuknya kepemilikan minoritas baru yang memegang kendali operasional sepak bola, United melakukan banyak pembenahan di balik layar, termasuk restrukturisasi manajemen.
Namun di saat bersamaan, target hasil instan tetap menghantui.
United disebut telah menghabiskan lebih dari £2 miliar untuk pemain sejak 2013, tetapi masih kesulitan menemukan formula stabil sejak era kejayaan berakhir pada 2013.
Setelah pemecatan Amorim, klub menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim.
Fletcher dijadwalkan memimpin pertandingan berikutnya, sementara United bergerak mencari pelatih permanen yang akan menjadi sosok ketujuh sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Pemecatan Ruben Amorim bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga mencerminkan dinamika besar dalam tubuh Manchester United.
Dari tekanan target Liga Champions, konflik kebijakan transfer, hingga perebutan kendali di ruang pengambilan keputusan.
Kini, United memasuki fase baru dengan pelatih interim, sambil berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan musim dan menentukan arah proyek jangka panjang berikutnya.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1