RADARLAMPUNG.CO.ID - Isu motor listrik asal Malaysia masuk ke Indonesia kembali mengemuka.
Kali ini yang ramai dibahas adalah EZI TS-1, skuter listrik yang baru saja diperkenalkan di Malaysia dan dinilai punya paket spesifikasi “komuter perkotaan” yang pas untuk pasar Asia Tenggara.
Meski begitu, satu hal perlu ditegaskan sejak awal: belum ada pengumuman resmi dari pihak EZI maupun jaringan distributor terkait rencana pemasaran EZI TS-1 di Indonesia.
Artinya, kabar “mau masuk” masih sebatas rumor, sementara produk dan spesifikasinya sudah jelas karena EZI TS-1 sudah resmi dijual di Malaysia.
EZI TS-1 diperkenalkan oleh MForce Bike Holdings Sdn Bhd (MForce), perusahaan perakitan dan distributor sepeda motor besar yang berbasis di Bukit Mertajam.
Dalam struktur bisnisnya, EZI disebut sebagai submerek skuter listrik lokal yang berada di bawah payung merek Keeway, salah satu merek roda dua asal China yang dipasarkan MForce di Malaysia.
Dari sisi ukuran, EZI TS-1 tampil sebagai skuter yang ringkas dan ringan.
Bobot keringnya diklaim hanya 82 kilogram tanpa baterai, sehingga lebih mudah dikendalikan, terutama untuk pengguna pemula dan pemakaian harian di jalan kota.
Dimensi bodinya juga kompak, yakni 1.840 mm panjang, 705 mm lebar, dan 1.200 mm tinggi, dengan wheelbase 1.300 mm.
Sementara tinggi joknya berada di angka 755 mm yang relatif ramah bagi pengendara dengan postur tidak terlalu tinggi.
Masuk ke sektor dapur pacu, EZI TS-1 memakai motor hub di roda belakang dengan output 2 kW.
Kombinasi motor tersebut dengan bobot ringan menjelaskan karakter performanya yang dibuat realistis untuk kebutuhan komuter, yakni kecepatan puncak sekitar 65 km/jam (sebagian sumber menyebut bisa mendekati 70 km/jam).
Skuter ini ditujukan untuk pemakaian dalam kota, bukan untuk mengejar kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan.
Sumber tenaganya berasal dari baterai 72V 32Ah berjenis graphene dan disebut tidak bisa dilepas.
Dalam kondisi baterai penuh, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 100 kilometer, sedangkan waktu pengisian dari 0–100 persen sekitar 8 jam 30 menit.
Pola pemakaian ini membuat EZI TS-1 cocok untuk pengguna yang terbiasa mengisi daya di rumah pada malam hari.
Walau berada di kelas harga terjangkau, fitur yang dibawa EZI TS-1 tergolong lengkap untuk ukuran skuter listrik komuter.
Motor ini sudah memakai lampu full LED, panel instrumen digital dengan ukuran 7 inci, serta tersedia port USB Type-A untuk pengisian daya gawai.
Salah satu fitur yang cukup mencuri perhatian adalah sistem keyless berbasis NFC yang biasanya lebih sering ditemukan di motor dengan kelas harga lebih tinggi.
Untuk sisi keselamatan, EZI TS-1 menggunakan rem cakram depan dan belakang dengan dukungan sistem CBS (combined braking system).
Sistem ini membantu membagi gaya pengereman antara roda depan dan belakang agar lebih stabil, terutama ketika pengendara melakukan pengereman dalam kondisi lalu lintas padat.
Selain itu, skuter ini juga dibekali beberapa fitur fungsional seperti tiga mode berkendara, side-stand safety switch, serta Walk Assist yang berguna saat mendorong motor pelan di kondisi tertentu.
Dari sisi harga, EZI TS-1 dipasarkan di Malaysia dengan banderol RM 4.288 (nett), di luar biaya registrasi, asuransi, dan biaya jalan.
Paket pembelian di Malaysia juga disebut sudah mencakup garansi pabrikan 2 tahun atau 20.000 kilometer untuk cacat produksi. Pilihan warnanya mencakup putih, oranye, dan biru.
Jika benar suatu saat masuk Indonesia, EZI TS-1 akan berhadapan langsung dengan deretan skuter listrik komuter yang sudah lebih dulu hadir, termasuk model-model yang bermain di rentang harga belasan hingga puluhan juta rupiah.
Namun sampai ada konfirmasi dari pihak terkait, posisi yang paling aman adalah melihat EZI TS-1 sebagai produk yang sudah nyata spesifikasinya di Malaysia, tetapi masih belum pasti soal rencana penjualan di Indonesia.
Satu hal yang jelas, EZI TS-1 menawarkan formula yang familiar untuk konsumen perkotaan: ringan, sederhana, jarak tempuh cukup, fitur modern, serta harga terjangkau.
Kombinasi inilah yang membuatnya cepat menarik perhatian dan memunculkan spekulasi bahwa skuter listrik Malaysia ini bisa saja mencoba peruntungan di pasar Indonesia.(*)