Dukung Program Swasembada Pangan, Lamtim Jadi Penghasil Padi Terbesar Kedua di Lampung

gambar-user/nGqdRZtzbMK7ZusDinKfYTeZXRw926FlCBxmdPIW.webp
Redaksi - Selasa, 20 Jan 2026 - 20:19 WIB
Dukung Program Swasembada Pangan, Lamtim Jadi Penghasil Padi Terbesar Kedua di Lampung
Dukung Program Swasembada Pangan, Lamtim Jadi Penghasil Padi Terbesar Kedua di Lampung - Dokumentasi

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada jajaran Kodam XII/Radin Inten yang dinilainya tidak hanya berperan dalam pertahanan dan keamanan, tetapi juga turun langsung ke sektor riil pertanian.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. TNI bukan hanya bicara soal pertahanan dan stabilitas keamanan, tapi sudah terjun langsung membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak,” ujarnya, Selasa (20/1/2025). 

Ela menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan program swasembada pangan nasional. Sebagai daerah penghasil padi terbesar kedua di Provinsi Lampung, Lampung Timur siap mendukung kebijakan tersebut secara maksimal.

“Alhamdulillah, Lampung Timur merupakan penghasil padi kedua di Provinsi Lampung. Ini tentu harus kita jaga dan tingkatkan melalui kolaborasi semua pihak,” kata dia. 

Advertisements

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting memastikan petani dapat menjalankan siklus tanam secara optimal, mulai dari musim tanam pertama (MT1), MT2, hingga MT3.

 “Pemerintah daerah harus turun langsung melayani. Petani bisa tanam, bisa panen, itu sudah luar biasa.

Di situlah terjadi perputaran ekonomi yang menjadi bagian dari ketahanan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi, Daya serap Bulog sesuai HPP Ela turut menyoroti dukungan regulasi pemerintah pusat yang dinilai kian berpihak kepada petani.

Advertisements

Salah satunya kesiapan Bulog menyerap hasil panen dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Bulog sudah siap menampung hasil panen petani. HPP sudah ditetapkan, ini membuat petani merasa lebih tenang dan senang,” ucap dia.

Terkait Kelancaran kunci irigasi jadi kunci keberhasilan, Ela memaparkan, Kabupaten Lampung Timur memiliki luas baku sawah (LBS) mencapai 55.952 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 2.900 hektare berada di Kecamatan Way Bungur sebagai wilayah pendampingan, sementara 500 hektare di Desa Braja Fajar menjadi lokasi tanam serentak.

Advertisements

“Ini satu hamparan yang memang waktunya tanam untuk MT1, dari Januari sampai April nanti panen dan masuk MT2,” katanya.

Lebih lanjut kelancaran sistem irigasi menjadi faktor kunci keberhasilan pertanian di Lampung Timur.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan irigasi berjalan optimal.

“Karena ini LBS yang mengandalkan irigasi, kalau irigasi macet petani tidak bisa mengikuti siklus tanam. Maka koordinasi terus kami lakukan,” imbuh Bupati.

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements