Keseringan Nail Art Bikin Kulit Sekitar Kuku Jadi Kering, Begini Tips Mengatasinya

gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Kamis, 05 Feb 2026 - 11:29 WIB
Ilustrasi Nail Art.
Ilustrasi Nail Art. - Foto: Pixabay/niekverlaan

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Nail art menjadi salah satu cara populer untuk mempercantik penampilan. Mulai dari warna-warna simpel hingga desain gel yang rumit, semuanya bisa membuat kuku terlihat lebih menarik.

Di balik tampilannya yang indah, penggunaan nail art yang terlalu sering dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan kuku dan kulit di sekitarnya.

Proses pemasangan nail art umumnya diawali dengan pengikiran kuku untuk meratakan permukaan agar cat atau gel dapat menempel dengan baik.

Jika pengikiran ini dilakukan terlalu sering, lapisan pelindung alami kuku akan terus terkikis. Akibatnya, kuku menjadi lebih tipis, kehilangan kekuatannya, dan mudah patah.

Advertisements

Kemudian, penggunaan lampu UV serta bahan kimia pada cat kuku dapat mengurangi kadar kelembapan alami kuku dan kulit di sekitarnya.

Paparan panas dari lampu UV membuat air dalam lapisan kulit menguap lebih cepat, sehingga area pinggiran kuku tampak kering, kasar, dan mudah mengelupas.

Meski durasi penggunaan lampu UV ini singkat, paparan yang terjadi secara berulang tetap perlu diwaspadai. Radiasi dari lampu UV jika dilakukan terus-menerus tanpa perlindungan, bisa meningkatkan risiko iritasi kulit.

Kuku yang terlalu sering tertutup cat dan jarang dibersihkan dapat menjadi lingkungan yang lembap, kondisi yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan virus. 

Advertisements

Selain itu, alat nail art yang tidak steril atau luka kecil akibat pengikiran bisa menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme. Infeksi kuku biasanya ditandai dengan perubahan warna kuku, bau tidak sedap, kuku menebal, atau terasa nyeri.

Cara Mengatasi Kulit Sekitar Kuku yang Kering

1. Gunakan Pelembap atau Vitamin Kuku Secara Rutin

Mengoleskan pelembap atau vitamin kuku adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan kuku. Pilih produk yang mengandung petroleum jelly atau shea butter karena mampu mengunci kelembapan dan memperbaiki lapisan kulit yang rusak.

Penggunaan rutin, terutama sebelum tidur, membantu menjaga pinggiran kuku tetap lembut dan mencegah kekeringan berlebih.

Advertisements

2. Jangan Terlalu Sering Gonta-Ganti Cat Kuku

Mengganti cat kuku terlalu sering membuat kuku terus-menerus terpapar nail polish remover. Sebagian besar remover mengandung aseton yang bersifat keras dan dapat menghilangkan minyak alami kuku serta kulit di sekitarnya.

Akibatnya, kuku menjadi kering, kusam, dan lebih mudah rusak. Sebaiknya beri jeda beberapa hari sebelum mengganti warna cat kuku agar kuku memiliki waktu untuk pulih.

3. Batasi Penggunaan Nail Art Berbahan Gel

Advertisements

Nail art gel memang terkenal lebih tahan lama, tetapi proses pengeringannya membutuhkan paparan sinar UV.

Jika digunakan terlalu sering, kulit di sekitar kuku bisa mengalami iritasi dan kekeringan. Untuk mengurangi risikonya, kamu bisa membatasi penggunaan nail art gel dan sesekali memilih cat kuku biasa.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Advertisements

 

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements