RADARLAMPUNG.CO.ID – Penantian panjang soal iPhone layar lipat tampaknya makin mendekati kenyataan.
Sejumlah laporan terbaru dari analis industri dan media teknologi menyebut Apple sudah masuk fase yang lebih serius, bahkan produksi awalnya dikabarkan akan dimulai tahun ini sehingga peluncuran pada 2026 kian masuk akal.
Analis Ming-Chi Kuo, misalnya, menyebut pemasok Apple, Foxconn, diperkirakan mulai memproduksi iPhone lipat pada akhir kuartal III 2025 atau awal kuartal IV 2025, meski rencana tersebut tetap bisa berubah sebelum benar-benar masuk tahap produksi.
Jika jadwal produksi itu berjalan, banyak prediksi mengarah pada debut pada siklus peluncuran iPhone musim gugur 2026.
MacRumors dalam rangkuman terbarunya bahkan menyebut informasi soal iPhone lipat “semakin kencang” dan mengarah ke rilis sekitar September 2026 sebagai bagian dari keluarga iPhone generasi berikutnya.
Apple juga tampaknya memilih desain lipat model “buku” (notebook-style) seperti seri Galaxy Z Fold ketimbang model “flip”, karena lebih selaras dengan target layar besar saat perangkat dibuka.
Dari sisi spesifikasi, bocoran yang beredar menggambarkan perangkat dengan dua layar, yakni layar utama sekitar 7,8 inci saat dibuka dan layar luar sekitar 5,3 inci saat dilipat.
Ukuran ini beberapa kali muncul dalam laporan, termasuk yang mengutip analis Jeff Pu, sehingga menjadi salah satu detail yang paling konsisten di antara rumor yang ada.
Untuk dapur pacu, iPhone lipat generasi pertama diperkirakan memakai chip kelas atas generasi 2026 yang sering disebut sebagai A20, dengan RAM 12 GB.
Konfigurasi kamera belakang ganda 48 MP pada detail kamera masih sangat mungkin berubah menjelang produksi final.
Soal harga, bocoran yang paling sering muncul menempatkan iPhone lipat di kelas premium, berkisar sekitar 2.000–2.400 dolar AS.
Angka itu dianggap realistis karena perangkat lipat membutuhkan komponen mahal serta karena Apple biasanya mematok harga tinggi untuk kategori produk baru di awal generasi.
Oleh karena itu, iPhone lipat diprediksi akan “berhadapan” langsung dengan ponsel lipat Android kelas atas yang sudah matang seperti lini Galaxy Z Fold maupun Pixel Fold generasi terbaru.
Pertarungan bukan hanya soal merek, tetapi juga soal kualitas lipatan, daya tahan engsel, dan optimasi perangkat lunak.
Komponen layar menjadi sorotan terbesar karena Apple dikabarkan menuntut lipatan yang lebih minim terlihat dibanding ponsel lipat kebanyakan.
Apple juga akan menggandeng Samsung Display sebagai pemasok panel OLED lipat untuk perangkat ini dan bahkan ada kabar Samsung menyiapkan kapasitas produksi panel yang besar untuk memenuhi kebutuhan Apple.
Namun, Samsung Display sendiri sempat memamerkan konsep panel lipat “tanpa garis lipatan” di CES 2026, dan pihak perusahaan mengatakan itu masih konsep R&D serta belum ada kepastian komersialisasinya.
Berarti Apple bisa saja memakai pendekatan teknis berbeda, meski tujuannya sama-sama mengecilkan bekas lipatan.
Di sisi perangkat lunak, masuknya Apple ke pasar ponsel lipat diperkirakan akan diiringi perubahan besar pada iOS agar nyaman dipakai dalam dua mode layar.
Laporan yang mengutip Mark Gurman menyebut Apple menyiapkan antarmuka multitugas baru yang dioptimalkan untuk pengalaman dua layar, dengan adaptasi iOS generasi mendatang agar aplikasi lebih “nyambung” saat berpindah dari layar luar ke layar dalam.
Hal ini penting, karena pada ponsel lipat, pengalaman terbaik bukan hanya soal layar besar, tetapi juga bagaimana sistem memindahkan aplikasi, menyusun tampilan, dan membuat multitugas terasa alami.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa hingga kini Apple belum mengumumkan perangkat tersebut secara resmi, sehingga detail seperti nama produk final, rancangan engsel, konfigurasi kamera, hingga jadwal rilis tetap berada di ranah bocoran.
Bahkan Kuo sendiri menekankan rencana produksi masih bisa berubah sebelum benar-benar dimulai.
Namun, dengan sinyal kuat dari rantai pasokan, jadwal produksi yang mulai terlihat, serta pembahasan perangkat lunak yang makin spesifik, rumor iPhone layar lipat kali ini dinilai lebih “berisi” dibanding rumor-rumor lama yang sebelumnya kerap berakhir tanpa kepastian.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1