BANDAR LAMPUNG— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tancap gas memperkuat sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
Pada tahun 2026, program pelatihan vokasi resmi diperluas dengan menyasar 33 desa dan hampir 500 peserta.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, melainkan sebagai strategi menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan yang langsung menyentuh zona perdesaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengungkapkan bahwa fokus utama pelatihan tahun ini adalah bidang teknis yang memiliki permintaan tinggi di pasar, yakni las dasar dan listrik dasar.
"Pesertanya kurang lebih hampir 500 orang dari 33 desa. Fokus kita adalah kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan peningkatan skill agar dampaknya terasa langsung pada pendapatan ekonomi mereka," ujar Agus kepada awak media.
Agus menjelaskan, penentuan peserta dilakukan secara selektif. Pihaknya menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk menyisir data masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.
"Kami ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran, menyasar mereka yang paling membutuhkan peluang kerja dan usaha," tambahnya.
Para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 20 hingga 21 hari.
Tak hanya teori, rangkaian program ini diakhiri dengan uji kompetensi untuk memastikan setiap peserta memiliki standar kemampuan yang diakui, baik untuk melamar pekerjaan maupun membuka bengkel atau usaha mandiri.
Menariknya, vokasi tahun 2026 ini dirancang memiliki outcome yang terintegrasi.
Alumni pelatihan tidak dibiarkan jalan sendiri, melainkan bakal dihubungkan dengan program pemberdayaan ekonomi produktif lainnya.
Salah satunya adalah integrasi dengan sektor pertanian melalui pengembangan pupuk hayati cair dan pupuk organik cair berbasis teknologi bed dryer.
"Pasca pelatihan, mereka harus punya output. Kita arahkan agar terhubung dengan program ekonomi produktif di desa. Harapannya, muncul multiplier effect terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat lokal," tegas Agus.
Catatan Disnaker menunjukkan, program serupa sebelumnya telah berhasil menjangkau 58 desa dengan total 938 peserta. Para alumni ini diharapkan menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu mendorong kemandirian ekonomi desa.
Dengan perluasan di tahun 2026, Pemprov Lampung optimis pelatihan vokasi akan menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pemberdayaan ekonomi berbasis kebutuhan riil masyarakat Lampung.