Was-Was Gula Darah Melonjak Setelah Buka Puasa? Ini Cara Menghindarinya

gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Senin, 02 Mar 2026 - 11:59 WIB
Ilustrasi Menghitung Gula Darah.
Ilustrasi Menghitung Gula Darah. - Foto: Pixabay/liberatori

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Buka puasa adalah salah satu momen yang paling dinantikan selama bulan Ramadan.

Setelah seharian menahan lapar dan haus, menikmati hidangan lezat menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh kita menjadi lebih sensitif terhadap gula setelah berpuasa sepanjang hari.

Ketika berbuka, tubuh yang sudah "kosong" bisa bereaksi berlebihan terhadap makanan yang mengandung gula atau karbohidrat tinggi.

Advertisements

Akibatnya, gula darah bisa melonjak tajam dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi seperti diabetes atau masalah metabolisme lainnya.

Tidak hanya itu, kebiasaan berbuka dengan makanan manis berlebihan atau langsung makan dalam porsi besar juga bisa memicu lonjakan gula darah yang cepat.

Namun, dengan memperhatikan beberapa langkah sederhana, masalah ini bisa dihindari dan keseimbangan gula darah bisa dijaga agar tetap stabil.

Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan agar gula darah tidak melonjak setelah buka puasa.

Advertisements

1. Minum Air Terlebih Dahulu

Hal pertama yang perlu dilakukan saat buka puasa adalah minum air putih untuk rehidrasi.

Setelah seharian berpuasa, tubuh kita membutuhkan cairan untuk menggantikan kekurangan air yang terjadi selama puasa.

Minumlah air putih sebanyak mungkin untuk menghidrasi tubuh dengan baik. Jika ingin mengonsumsi kurma, cukup satu atau dua butir saja.

Kurma memang kaya akan gula alami, sehingga konsumsinya perlu dibatasi agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan. Ingat, meskipun kurma mengandung berbagai nutrisi, porsinya tetap harus dijaga.

Advertisements

2. Berikan Jeda Sebelum Makan Besar

Setelah mengonsumsi air putih dan kurma, beri jeda sekitar 10-15 menit sebelum melanjutkan makan besar.

Hal ini penting untuk memberi waktu tubuh agar tidak "terkejut" dan bisa memproses makanan yang masuk dengan lebih baik.

Jeda ini memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian.

Mengonsumsi makanan terlalu cepat setelah berbuka puasa dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah karena tubuh belum siap untuk mencerna makanan dalam jumlah banyak sekaligus.

Advertisements

Beri waktu tubuh untuk memulai proses pencernaan dengan perlahan.

3. Makan dengan Gizi Seimbang

Saat makan utama, pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung kombinasi gizi yang seimbang.

Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, umbi-umbian, atau gandum. Karbohidrat ini akan dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah.

Protein, seperti ayam, ikan, atau tempe, yang membantu memperlambat penyerapan gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Advertisements

Sayuran berserat, seperti brokoli, bayam, atau wortel mengandung serat yang membantu memperlambat kenaikan gula darah.

Lemak sehat, seperti yang terdapat pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Lemak sehat ini berperan penting dalam memberikan energi dan menjaga kestabilan gula darah.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements