LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini cuaca untuk seluruh wilayah Provinsi Lampung, Kamis 2 April 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang diprediksi akan meluas hingga sore hari.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengonfirmasi bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di sebagian besar wilayah Lampung.
"Berdasarkan pantauan radar kami, per pukul 14.30 WIB, terjadi peningkatan aktivitas cuaca di beberapa titik seperti Lampung Barat, Tanggamus, hingga Lampung Selatan. Kondisi ini kami perkirakan masih akan berlangsung dan dapat meluas hingga pukul 17.30 WIB," ujar Rudi Harianto.
Rudi menjelaskan, beberapa wilayah yang saat ini tengah diguyur hujan lebat meliputi
Wilayah Lampung Selatan seperti Kalianda, Sidomulyo, Katibung, dan Tanjung Bintang.
Wilayah Lampung Barat meliputi kawasan Way Tenong, Sekincau, hingga Suoh.
Wilayah Tanggamus meliputi Semaka, Ulu Belu, dan Kota Agung Barat.
Way Kanan dan Tulang Bawang meliputi Kasui, Banjit, hingga Dente Teladas.
Lebih lanjut, Rudi Harianto mengingatkan warga di ibu kota provinsi untuk tetap bersiaga.
Wilayah Kota Bandar Lampung diprediksi akan terkena dampak perluasan hujan mulai dari Rajabasa, Kemiling, hingga area pesisir Telukbetung.
"Hujan lebat ini juga berpotensi meluas ke Pesawaran, Pringsewu, Mesuji, hingga Metro. Kami menghimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak yang ditimbulkan seperti genangan air, jalan licin, hingga potensi pohon tumbang akibat angin kencang," tambahnya.
Mengingat durasi hujan yang diperkirakan bertahan hingga menjelang petang, BMKG menyarankan pengendara untuk menepi jika jarak pandang terbatas dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho.
"Tetap pantau informasi resmi dari kanal BMKG Lampung untuk update situasi terkini secara real-time," tutup Rudi.
Masyarakat dapat terus memantau pergerakan cuaca melalui media sosial resmi BMKG atau melalui aplikasi InfoBMKG.